Salin Artikel

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

KOMPAS.com - Hari Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati pada 17 September setiap tahunnya. Peringatan ini berkaitan erat dengan sejarah terbentuknya PMI pada tahun 1945.

Dilansir dari situs resmi Kumpulan Buklet Hari Bersejarah I yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, PMI berdiri pada 17 September 1945.

Peringatan berdirinya PMI bertujuan untuk mengenang jasa-jasa petugas PMI selama masa perjuangan bangsa Indonesia.

"Ide untuk membentuk badan kepalangmerahan sudah ada sejak sebelum kemerdekaan, tapi sulit untuk melaksanakannya dalam iklim penjajahan waktu itu," ujar penulis dalam buku tersebut.

Organisasi kepalangmerahan pra-kemerdekaan

Pada masa penjajahan, terdapat sebuah organisasi Palang merah yang bernama Nedelandsche Reode Kruis Afdeeling Indonesia (NERKAI). Akan tetapi, organisasi tersebut tidak memberikan pelayanan merata pada semua penduduk.

"Mereka hanya berfokus pada penolongan terhadap warga kelas atas atau warga kulit putih," tutur Pamong Budaya Ahli Muda bagian Bimbingan dan Edukasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Mahtisa Iswari kepada Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Kondisi masyarakat penduduk Indonesia yang memprihatinkan akibat penjajahan melahirkan keinginan untuk mendirikan kepalangmerahan.

Dua penggagas PMI

Pada awalnya, gerakan kepalangmerahan di Indonesia dilakukan tidak dalam naungan organisasi. Kekuasaan Belanda pada masa itu membuat para aktivis kepalangmerahan tidak berani mengajukan pembentukan organisasi.

Harapan kemudian datang dari Senduk dan Bahder Djohan. Kedua dokter tersebut merancang pembentukan Badan Palang Merah pada tahun 1938.

Sayangnya rancangan tersebut ditolak pemerintah Belanda pada masa itu. Pihak Belanda khawatir pembentukan kepalangmerahan di Indonesia dapat mengganggu situasi politik.

Setelah mengalami kegagalan pada masa pemerintahan Belanda, Senduk kembali mengajukan rancangan tersebut pada pemerintah Jepang yang saat itu berkuasa di Tanah Air.

Akan tetapi rencana pembentukan Badan Palang Merah tersebut kembali mengalami penolakan.

"Baru akhirnya cita-cita pembentukan PMI baru berhasil setelah kemerdekaan tepatnya pada tanggal 17 September 1945 dan mendapat pengakuan dari palang merah internasional itu tahun 1950," imbuh Mahtisa.

Diorama PMI di Museum Benteng Vredeburg

Sejarah panjang pendirian PMI dapat tergambar dalam salah satu diorama yang ada di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

"Diorama-diorama yang terdapat di Museum Benteng Vredeburg itu memang dibuat sengaja untuk merekam jejak perjuangan Bangsa Indonesia yang terjadi di Yogyakarta, termasuk di dalamnya adalah pembentukan Palang Merah Indonesia yang pada saat itu Yogyakarta sedang menjadi ibu kotanya," terang Mahtisa.

Museum Benteng Vredeburg berlokasi di Jalan Margo Mulyo Nomor 6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000 untuk orang dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/17/080800827/hari-pmi-peringatan-sejarah-pendirian-kepalangmerahan-tanah-air

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Travel Update
Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Travel Tips
5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

Travel Promo
Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.