Salin Artikel

Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Banyuwangi, Sabtu (18/9/2021).

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestandani, ia mengunjungi berbagai tempat wisata di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Adapun kunjungannya juga dalam rangka penilaian langsung terhadap desa yang terpilih sebagai 50 finalis ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. 

  • Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia
  • 15 dari 64 Tempat Wisata di Banyuwangi Mulai Buka

Salah satu tempat wisata yang dikunjungi yakni Sendang Seruni, pemandian dengan sumber mata air alami, dan konservasi bambu yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Tempat wisata ini juga sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk.

"Wah, terbaik, terbaik. Jadi tidak ada alasan lagi bagi seluruh penyelenggara wisata di Indonesia tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Desa Tamansari yang sekelas desa saja bisa menerapkan," kata Sandiaga. 

Lebih lanjut ia menambahkan, Desa Tamansari bisa seperti Ubud, Bali, lantaran memiliki beragam potensi. 

Namun, pengelola harus konsisten terkait kegiatan budaya dan pelestarian alam.

Tidak hanya itu, ia optimis dengan perkembangan wisata Indonesia di masa pandemi, termasuk Banyuwangi.

  • Itinerary 3 Hari 2 Malam di Banyuwangi, Wisata Alam dan Budaya
  • Banyuwangi Bersiap Buka Wisata, Rancang Aplikasi Mirip PeduliLindungi

"Penanganan Covid-19 di Banyuwangi saya pantau juga terkendali dengan baik. Kini tinggal kebangkitan ekonomi, syaratnya ya disiplin protokol kesehatan. Saya yakin pariwisata Banyuwangi bisa bangkit," tambahnya. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi menjadikan desa sebagai garda depan pembangunan. Salah satunya, lewat pengembangan desa wisata.

Desa Tamansari menjadi desa wisata yang mengoptimalkan potensi dan berbagai jejaring bisnis, dengan BUMDes sebagai leading sektornya. 

"Desa Tamansari berhasil membangun jejaring bisnis yang dikelola BUMDes, dengan mengoptimalkan peran masyarakat," jelas Ipuk.

Di desa ini, jelas Ipuk, terdapat lebih 300 warga yang terlibat dalam jejaring bisnis desa wisata.

"Banyak produk yang dihasilkan desa ini, mulai dari berbagai olahan susu, kuliner, kopi, gula aren, dan lainnya yang diproduksi warga desa," ujarnya. 

  • Desa Wisata Koto Mesjid Riau, Penghasil Olahan Ikan Patin
  • Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Tamansari terpilih sebagai salah satu 50 desa wisata terbaik dari total 1.831 peserta ADWI 2021.

ADWI merupakan ajang lomba desa wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf untuk membangkitkan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/18/203500227/kunjungi-desa-wisata-tamansari-sandiaga-yakin-wisata-banyuwangi-bangkit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.