Salin Artikel

Berandai-andai, seperti Apa Gaya Traveling Pascapandemi?

KOMPAS.com – Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat tidak bisa bepergian atau melakukan aktivitas traveling #DiIndonesiaAja seperti sedia kala. Bahkan, jika pandemi berakhir pada masa mendatang, aktivitas traveling akan mengalami perubahan.

Perubahan gaya traveling pada masa pascapandemi akan mementingkan isu kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan serta orang-orang yang berkecimpung di dunia pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Simak pembahasan berikut untuk menilik gaya traveling wisatawan pada masa pascapandemi.

1. Sudah divaksin dan negatif tes Covid-19

Beberapa daerah sudah siap membuka pintu destinasi pariwisatanya kembali. Namun, ada sejumlah kebijakan yang harus dipatuhi oleh wisatawan. Salah satunya, wisatawan harus sudah divaksin jika ingin bepergian.

Wisatawan pun bisa menunjukkan bukti telah divaksin dengan menyertakan sertifikat vaksinasi yang ada di aplikasi PeduliLindungi. Penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat membantu petugas dalam memvalidasi dokumen kesehatan secara digital sehingga lebih aman, cepat, mudah, dan meminimalisasi kontak fisik.

Selain wajib divaksin, wisatawan juga diminta untuk melakukan tes Covid-19 sesuai dengan kebijakan pada masing-masing daerah.

Sebagai contoh, Bangka Belitung (Babel), per Selasa (7/9/2021), mewajibkan para wisatawan yang berkunjung untuk menyertakan hasil negatif tes rapid antigen yang berlaku 1 x 24 jam atau tes polymerase chain reaction (PCR) dalam kurun 2 x 24 jam.

2. Mematuhi protokol kesehatan 6M

Saat bepergian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan ketat dan disiplin.

“Selain vaksinasi, kami terus mendorong masyarakat untuk selalu taat prokes seiring dengan pembukaan sejumlah destinasi wisata. Vaksinasi dan prokes menjadi kunci kebangkitan ekonomi parekraf kita dalam ruang lingkup kebiasaan dan kenormalan baru,” kata Sandiaga pada laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Selasa (31/8/2021).

Masyarakat, lanjutnya, harus mengikuti prokes 6M yang terdiri dari mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer hingga bersih, memakai masker rangkap dua, serta menjaga jarak minimum satu meter.

Selain itu, wisatawan harus membatasi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan menghindari makan bersama dengan syarat minimum masing-masing daerah.

3. Berkunjung ke destinasi berstandar CHSE

Saat memilih destinasi yang hendak dikunjungi, wisatawan harus memastikan tempat tersebut telah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) dari Kemenparekraf.

Sertifikasi CHSE merupakan jaminan kepada pelancong bahwa usaha pariwisata terkait sudah menerapkan prokes secara benar sehingga aman untuk dikunjungi.

Untuk mengetahui destinasi atau usaha pariwisata telah tersertifikasi CHSE atau belum, wisatawan bisa mengakses laman https://chse.kemenparekraf.go.id/.

Sebagai contoh, di Kepulauan Riau (Kepri), terdapat 275 usaha pariwisata yang telah tersertifikasi CHSE terhitung per Senin (20/9/2021). Adapun beberapa destinasi wisata yang telah mengantongi sertifikasi CHSE adalah Agrowisata Jambu Marina, Batam Hills Golf Resort, Bintan Black Coral, Chill Cove, Amaris Hotel, Aisyah Homestay, dan Crown Vista Hotel.

Saat berkunjung ke destinasi wisata, jangan lupa pula untuk membeli produk ekonomi kreatif (ekraf) setempat. Dengan membeli produk ekraf lokal, wisatawan turut mendukung pelestarian budaya bangsa dan membantu perekonomian pelaku parekraf.

Terlebih, tak lama lagi masyarakat akan merayakan Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day (WTD) yang jatuh pada Senin (27/9/2021). Pelaku pariwisata yang bergerak di bidang ekraf pun harus didukung demi majunya wisata berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai informasi, Kemenparekraf saat ini juga sedang mengadakan Pesona Punya Kuis (Pukis) setiap Selasa di akun Instagram @pesonaid_travel. Tak ada salahnya untuk mengikuti kuis ini sambil menunggu merencanakan liburan di masa mendatang.

Kamu pun akan berkesempatan mendapatkan hadiah total senilai jutaan rupiah untuk 15 orang pemenang.

Caranya mudah, kamu hanya perlu mengikuti akun Instagram @pesonaid_travel. Lalu, like postingan Pukis terbaru dan jawab pertanyaan di kolom komentar. Jangan lupa mention tiga teman di kolom caption juga untuk menambah peluang menjadi pemenang.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/22/130100727/berandai-andai-seperti-apa-gaya-traveling-pascapandemi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.