Salin Artikel

Sinyal dan Aplikasi PeduliLindungi Jadi Kendala Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata Tahap I

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menerangkan hasil pengawasan uji coba pembukaan kembali tempat wisata dan taman rekreasi tahap I.

Berdasarkan keterangan resmi yang Kompas.com terima, Senin (27/9/2021), beberapa kendala yang ditemukan berkaitan dengan aplikasi PeduliLindungi.

Beberapa kendala yang dimaksud adalah masih banyak masyarakat yang belum paham tentang aplikasi tersebut dan pengecekan QR code berpotensi menyebabkan antrean panjang.

Adapun sinyal internet yang tidak stabil, gagal log-in, dan sulit check-in juga menjadi hambatan dalam menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

  • Pinus Pengger dan Seribu Batu Yogyakarta Siap Terima Wisatawan
  • Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal
  • Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/9/2021), salah satu tempat wisata yang mengalami kendala berupa sinyal provider yang kurang stabil adalah Pinus Pengger, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pihak pengelola memasang WiFi di tempat wisata. 

Masih ada wisatawan yang lepas masker

Selain hambatan tersebut, terdapat pula hambatan lainnya, yakni pengunjung yang tidak memiliki telepon genggam, pengunjung berusia 12 tahun yang tidak bisa masuk ke taman rekreasi, dan kurangnya kesadaran pengunjung untuk menaati protokol kesehatan karena masih ada yang melepas masker.

Sementara dari sisi tempat wisata, masih ada taman rekreasi yang belum menyediakan imbauan tentang pembuangan masker pada tempat sampah infeksius, belum menyediakan transaksi pembayaran elektronik, dan belum menyediakan pengaturan jumlah dan jarak antar pengguna toilet pada saat yang bersamaan.

Tidak hanya itu, masih ada juga taman rekreasi yang memiliki pintu yang berhubungan langsung dengan akses keluar masuk warga di sekitar lokasi.

"Kami di pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah dalam pembukaan destinasi wisata. Kami rutin melakukan evaluasi dalam uji coba pembukaan destinasi wisata, sebagai upaya langkah yang akan diambil dalam pembukaan destinasi wisata ke depannya," kata Menparekraf Sandiaga, Senin.


Pihaknya perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 untuk membuka kembali tempat-tempat wisata. 

Kendati demikian, angka penularan Covid-19 di daerah yang akan dibuka destinasinya menjadi salah satu bahan pertimbangan.

"Adapun uji coba tahap II adalah daerah/kota dengan level III dengan aturan dari Kemenparekraf," ujarnya.

  • 8 Tempat Wisata di Bantul Dapat Sertifikat CHSE, Sisanya Terhalang Kuota
  • PeduliLindungi Jadi Masalah untuk Tempat Wisata Alam di Banyumas
  • Soal Pengunjung Berusia di Bawah 12 Tahun, Sandiaga Serahkan ke Pengelola Tempat Wisata

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi diperkuat

Sandiaga menambahkan bahwa sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) dan penerapan Indonesia Care terus didorong. 

Sehingga, seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

"Selain itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga akan terus dimasifkan, karena ke depan aplikasi PeduliLindungi akan menjadi gold standard kita ketika beraktivitas," katanya.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/28/201300127/sinyal-dan-aplikasi-pedulilindungi-jadi-kendala-uji-coba-pembukaan-tempat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.