Salin Artikel

Sandiaga Janjikan Promosi Nglanggeran dan Perbaikan Sinyal Internet

GUNUNGKIDUL,KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno siap mempromosikan kawasan Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul ke dunia internasional.

Sandi mengaku bahwa saat berkunjung ke Nglanggeran, ia diberi masukan dua orang wisatawan asal Perancis dan India agar destinasi yang sangat berpotensi seperti Desa Wisata Nglanggeran lebih dipromosikan di platform internasional.

Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti. Salah satunya adalah bekerja sama dengan platform yang sudah mendunia. Harapannya bisa dikenal semakin luas.

"Tadi sudah kita bahas agar bisa dikenal dunia internasional. Dan sesuai dengan harapan pak Sugeng dan Pak Senen (pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran), yang datang ke sini adalah wisatawan yang berkualitas," kata Sandi di Embung Nglanggeran, Senin (11/10/2021).

Diakuinya, wisatawan yang berkualitas tidak sebanyak wisatawan kuantitas seperti tahun 2014. Namun demikian dengan pendekatan yang baru ini, desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan bisa diwujudkan.

"Untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan menyediakan peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat," ujar Sandi.

Perbaiki sinyal internet di Nglanggeran

Selain itu, Sandi berjanji akan ikut membantu membenahi masalah sulit sinyal internet alias blank spot. Di Nglanggeran, pihaknya akan berkoordinasi dengan jasa telekomunikasi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Untuk kawasan Desa Wisata Nglanggeran, pihaknya menargetkan perbaikan selesai sebelum kedatangan tim penilai dari UNWTO (United Nations World Tourism Organization).

Perlu diketahui, Desa Wisata Nglanggeran salah satu dari 3 desa terpilih mewakili Indonesia dalam lomba internasional Best Tourism Village UNWTO.

Sandi pun menilai Nglanggeran tergolong destinasi wisata prioritas. Ia tak hanya mengharapkan perbaikan kondisi jaringan internet, tapi ditingkatkan kualitasnya hingga setara 5G.

"Targetnya sebelum kunjungan dari asesor UNWTO kita sudah bisa menempatkan repeater dan BTS yang bukan hanya meningkatkan kualitas internet dan komunikasi. Tetapi saya ingin karena ini destinasi super prioritas harus sudah diujicobakan 5G," ucap Sandi.

Diharapkan jaringan internet yang makin baik bisa meningkatkan kunjungan wisatawan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Pihaknya juga akan memantau langsung kondisi jaringan internet di destinasi wisata ini.

Sebab jika nantinya uji coba buka terbatas diberlakukan, sinyal internet menjadi kebutuhan sangat penting.

"Karena PeduliLindungi sangat bergantung dengan jaringan. QRIS bergantung dengan jaringan," ucap Sandi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Wahyu Nugroho mengakui masih ada kendala sinyal karena kawasan Gunungkidul geografisnya berbukit, terutama kawasan wisata pantai.

Salah satunya di Pantai Wediombo, Kelurahan Jepitu, Kecamatan Girisubo. Banyak warga dan pelaku wisata mengaku kesulitan sinyal seluler. Padahal jika nantinya kawasan wisata diuji coba, pengunjung harus menscan QR code aplikasi PeduliLindungi.

Untuk itu, kata Wahyu, pihaknya berusaha mengatasi kesulitan tersebut. Terlebih ke depan kawasan wisata harus menggunakan aplikasi saat berkunjung.

Pihaknya sempat mencoba menambah ketinggian menara pemancar, tapi ternyata ada batas ketinggian maksimal yang harus diikuti.

Usaha yang lain dengan menggunakan kabel fiber optik yang ditarik ke wilayah kawasan Jepitu. Namun anggaran cukup besar dan pihaknya berencana berkoordinasi dengan Diskominfo propinsi dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau ada pembiayaan di 2022 mendatang serta dukungan program CSR dari swasta, mungkin itu bisa dilakukan," kata Wahyu.

https://travel.kompas.com/read/2021/10/11/203100727/sandiaga-janjikan-promosi-nglanggeran-dan-perbaikan-sinyal-internet

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.