Salin Artikel

Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

KOMPAS.com - Museum Setu Babakan di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sudah dibuka melalui uji coba dengan pembatasan area wisata.

Meski begitu, seorang petugas museum bernama Wardah mengatakan bahwa wisatawan hanya bisa berkunjung di lantai 1.

"Museum ini ada tiga lantai, tapi sejak uji coba hanya bisa wisata di lantai 1," kata dia di museum, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Adapun pembatasan kawasan wisata hanya di lantai 1 museum dilakukan guna memudahkan pengontrolan pengunjung.

Sebagai informasi, lantai 1 Museum Setu Babakan memiliki koleksi barang-barang yang kerap digunakan masyarakat Betawi saat melakukan pernikahan. Misalnya baju adat, kotak untuk membawa seserahan, seperti roti buaya dan replika roti buaya.

Ada juga pameran bagian depan rumah khas Betawi yang dilengkapi beberapa tempat duduk kayu, dua ondel-ondel, dan gerobak penjual kerak telur.

Koleksi Museum Setu Babakan lantai 2 dan 3

Sementara itu, lantai 2 Museum Setu Babakan memiliki koleksi barang-barang yang biasa ditemui di kediaman orang Betawi. Ada sepeda ontel, mainan anak-anak, dan peralatan makan.

Seorang pemandu wisata bernama Yoga mengatakan bahwa koleksi di lantai 2 dibagi menjadi beberapa bagian khas rumah orang Betawi.

"Ini dibagi menjadi bagian ruang depan, ruang makan atau ruang tengah, dan kamar tidur," ujar dia.

Terkait kunjungan ke lantai 3, Yoga menjelaskan bahwa saat ini wisatawan tidak bisa berkunjung lantaran tengah ditutup untuk renovasi.

"Nantinya lantai 3 akan memiliki tema Galeri Komedi. Ada tokoh-tokoh Betawi. Saat ini belum jadi, baru dibikin. Sebelumnya lantai 3 sudah ada, tapi karena disesuaikan dengan tema (Galeri Komedi), koleksi yang ada dipadatkan (dipindahkan) jadi ke lantai 2," sambung dia.

Kunjungan di Museum Setu Babakan masih sepi

Kompas.com mengunjungi Museum Setu Babakan pada pukul 13.39 WIB. Saat itu, tidak ada pengunjung selain Kompas.com.

"Hingga tadi total kunjungan dari pagi pukul 09.00 WIB saya hitung ada 30 pengunjung," ujar Wardah.

Dia melanjutkan, kunjungan sempat bertambah menjadi 36 orang sebelum menjadi 46 orang, termasuk Kompas.com.

Wardah menjelaskan, selama uji coba pembukaan, kunjungan wisatawan ke Museum Setu Babakan berbeda jauh dari sebelum pandemi Covid-19.

"Sebelum pandemi, kunjungan paling ramai setiap akhir pekan. Bisa sampai ratusan kalau diakumulasi, tapi selama uji coba ini tidak banyak karena kami juga membatasi kunjungan untuk anak berusia di bawah 12 tahun," jelas dia.

https://travel.kompas.com/read/2021/10/17/204600227/museum-setu-babakan-batasi-kunjungan-hanya-di-lantai-1

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.