Salin Artikel

Jangan Salah Pesan Tiket, Pangkalpinang Beda dari Tanjung Pinang

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Kota Pangkalpinang merupakan ibu kota provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota ini secara geografis berada di wilayah Pulau Bangka.

Namun, masih banyak wisatawan yang kerap menyamakan Kota Pangkalpinang dengan Kota Tanjung Pinang.

Padahal, dua kota tersebut berada di wilayah provinsi yang berbeda.

Jika Pangkalpinang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, maka Tanjung Pinang berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Persamaan keduanya adalah, sama-sama berada di kawasan pantai timur Pulau Sumatera.

Salah pesan tiket pesawat

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, salah kaprah soal Pangkalpinang dan Tanjung Pinang kerap terjadi pada tamu-tamu yang baru pertama kali ke Sumatera.

"Bahkan ada yang sampai salah pesan tiket pesawat. Sehingga ini menjadi tantangan bagi kita untuk lebih memperkenalkan ciri khas daerah. Kami sendiri men-tagline Kota Pangkalpinang sebagai Kota Beribu Senyuman," ujar Maulan di Tins Gallery Pangkalpinang, pekan lalu.

Maulan mengingatkan jika bandara di Pangkalpinang adalah Bandara Depati Amir dengan kode PGK.

Maulan menuturkan, tagline kota beribu senyuman bermakna luas. Selain simbol keramahan masyarakat, juga menjadi komitmen keterbukaan dalam menyambut investasi.

"Kami mendorong investasi bidang usaha perdagangan dan jasa, karena kota ini bukan kawasan penambangan. Setidaknya sejumlah gerai makanan yang sudah masuk bisa membuat kota ini sejajar dengan kota lainnya," ujar Maulan.

Sejarah nama Pangkalpinang

Sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian mengatakan, Pangkalpinang merupakan salah satu daerah otonom yang letaknya di bagian timur Pulau Bangka.

"Secara administratif pada 9 Februari 2001 Kota Pangkalpinang ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara Etimologi Pangkalpinang berasal dari dua kata yaitu Pangkal atau Pengkal dan Pinang (areca chatecu)," ujar Elvian.

Dalam bahasa Melayu Bangka, Pengkal atau Pangkal berarti "pusat" atau awal mulanya sebagai pusat perkumpulan timah.

Namun kemudian berkembang artinya sebagai pusat distrik, kota tempat pasar, tempat berlabuh kapal atau perahu, dan pusat segala aktivitas.

Sementara itu, pohon Pinang, adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia, dan Afrika bagian timur. Buah pinang juga merupakan buah yang diperdagangkan.

Saat ini, wisata sejarah menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata di Pangkalpinang. Sebab, terdapat 21 bangunan dan situs tua bersejarah di Pangkalpinang.

"Ada gereja tua depan alun-alun yang menjadi titik nol. Lalu rumah residen pejabat Belanda dan Tamansari Wilhelmina di sebelahnya. Ini baru di sekitar alun-alun," jelasnya.

https://travel.kompas.com/read/2021/11/01/081100627/jangan-salah-pesan-tiket-pangkalpinang-beda-dari-tanjung-pinang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.