Salin Artikel

6 Kegiatan Wisata di Piaynemo, Puas Lihat Gugusan Pulau khas Raja Ampat

KOMPAS.com – Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat menawarkan pemandangan gugusan pulau yang bisa dinikmati dari ketinggian tanpa harus naik pesawat.

Salah satu tempat wisata yang dapat dikunjungi untuk melakukannya adalah Piaynemo. Lokasinya berada di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan.

Pemilik Waigeo Villa di Kota Waisai bernama Ade Setiabudi mengatakan, tempat wisata ini sering ramai wisatawan sebelum pandemi Covid-19.

“Di Piaynemo, ramainya bisa sampai 50-100 orang di spot Top View of Piaynemo. Makanya sudah ada pembatasan hanya beberapa orang saja yang bisa naik,” tuturnya di Waigeo Villa, Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Selasa (26/10/2021).

Wisatawan di Piaynemo Raja Ampat bukan hanya wisatawan nusantara (wisnus), tetapi juga wisatawan mancanegara (wisman).

Kompas.com sempat berkunjung ke Piaynemo pada Selasa. Saat itu, kondisi tempat wisata tergolong sepi. Ternyata, kegiatan wisata yang dapat dilakukan di sini cukup beragam.

Jika ingin berkunjung, berikut Kompas.com rangkum enam kegiatan wisata yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Piaynemo, Rabu (3/11/2021):

1. Nikmati pemandangan bawah laut dari dermaga

Air laut di area dermaga Piaynemo tidak begitu dalam. Hal ini membuat batu karang dan ikan yang berenang sangat mudah terlihat.

Kamu tidak perlu menggunakan kacamata renang atau menyelam. Cukup dengan berdiri di tepi dermaga, pemandangan bawah laut akan langsung menyambutmu.

Beberapa kelompok ikan yang bisa dilihat di area dermaga adalah ikan berukuran panjang dan berwarna abu-abu. Sekilas, ikan ini mirip seperti barakuda.

2. Jalan-jalan santai di tengah hutan

Jika ingin menuju puncak Piaynemo, wisatawan akan berjalan di atas jembatan kayu di tengah hutan. Pepohonan di sini sangat rindang. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan teriknya sinar matahari.

Untuk menuju ke puncak, kamu tidak perlu terburu-buru. Cukup nikmati asrinya kawasan hutan yang masih terjaga dan embusan angin dari sela-sela dedaunan.

3. Menyepi di bawah pepohonan rindang

Beberapa titik di  jalur kayu di tengah hutan, wisatawan akan disuguhi oleh tempat duduk untuk beristirahat sejenak.

Apabila sedang berkunjung ke Piaynemo saat kondisinya sepi, kamu bisa memanfaatkannya untuk istirahat sejenak di bawah pepohonan rindang sambil menikmati heningnya kawasan hutan.

4. Lihat gugusan pulau dari puncak Piaynemo

Top View of Piaynemo adalah spot untuk melihat pemandangan gugusan pulau dari puncak tempat wisata ini. Gugusan pulau ini terdiri dari pulau berukuran kecil dan besar.

Masing-masing pulau itu dihiasi tumbuhan, rerumputan, dan pepohonan hijau pada bagian atasnya. Bagian bawah pulau adalah air laut berwarna hijau tosca dengan gradasi biru pekat.

Top View of Piaynemo terdiri dari dua gardu pandang berukuran cukup luas. Gardu pandang pertama letaknya di atas dan yang kedua berada di bawahnya persis.

Wisatawan bisa pilih apakah ingin menikmati pemandangan dari gardu pandang satu atau dua. Jika di gardu pandang satu, kamu bisa menikmati alam dengan berdiri atau duduk di deretan bangku yang ada.

5. Lihat dan dengar suara burung

Saat Kompas.com berkunjung pada Selasa, seekor burung berwarna hitam terlihat sedang terbang dari ranting ke ranting.

Dari jauh, burung ini terlihat memiliki ukuran tubuh yang agak ramping seperti cendrawasih. Saat terbang cukup dekat sambil mengeluarkan suara mengikik, burung ini terlihat seperti maleo.

Sebagai informasi, burung cendrawasih dan burung maleo adalah dua dari beberapa burung endemik Papua. Apabila beruntung, mungkin kamu dapat melihat burung ini sedang terbang saat berkunjung ke Piaynemo.

6. Foto-foto sambil menikmati alam

Pemandangan gugusan pulau di Piaynemo sering dijadikan sebagai obyek fotografi. Apabila ingin foto-foto dengan pemandangan itu, posisi yang tepat adalah dengan berdiri pada gardu pandang kedua.

Titik lain yang bisa dijadikan sebagai spot foto adalah gardu pandang satu, tepatnya di bawah tulisan “Top View of Piaynemo”.

Selain foto-foto di puncak Piaynemo, wisatawan juga bisa foto-foto di area dermaga dengan latar belakang pulau-pulau karang.

Harga tiket masuk menuju Bukit Piaynemo adalah Rp 50.000 per orang. Sementara biaya masuk kapal adalah Rp 300.000 per kapal. Tempat wisata ini buka setiap Senin-Jumat pukul 10.00-17.00 WIT.

Untuk menuju ke Piaynemo dari Sorong via jalur laut, wisatawan akan menghabiskan waktu sekitar enam jam.

Sementara untuk perjalanan via udara dapat dilakukan dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong ke Bandara Marinda di Kota Waisai. Dari Kota Waisai, perjalanan dilanjutkan dengan kapal selama sekitar dua jam.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

https://travel.kompas.com/read/2021/11/04/130100927/6-kegiatan-wisata-di-piaynemo-puas-lihat-gugusan-pulau-khas-raja-ampat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.