Salin Artikel

Desa Wisata Tipang Sumatera Utara Punya Wisata Alam Pulau Tak Berpenghuni

KOMPAS.com - Desa Wisata Tipang terletak di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. 

Desa wisata ini menjadi desa terakhir di Sumatera Utara yang dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno terkait ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Untuk diketahui, desa wisata ini masuk daftar 50 desa wisata terbaik dalam ajang yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut. 

"Saya terharu, ini desa wisata terakhir (ADWI) di Pulau Sumatera dan memiliki keindahan yang luar biasa. (Desa) di atas kayak di Ubud, di sini kayak di Tabanan, Jatiluwih. Ini luar biasa," kata Menparekraf Sandiaga, Rabu (10/11/2021), melalui keterangan resmi yang Kompas.com terima.

Desa wisata ini memiliki beraneka ragam daya tarik wisata, di antaranya alam, budaya, dan sejarah. Berikut sejumlah informasi mengenai daya tarik tersebut:

Pulau Simamora, pulau kecil tidak berpenghuni

Pulau Simamora merupakan pulau kecil tidak berpenghuni di sebelah selatan Danau Toba.

Dari kejauhan, pulau kecil yang menjadi salah satu daya tarik wisata alam Desa Wisata Tipang ini terlihat seperti kura-kura yang berenang. 

Menurut situs jadesta.com, Pulau Simamora konon dulunya dijadikan tempat persembunyian dari penjajah. Setelah era penjajahan usai, pulau tersebut kemudian digunakan sebagai tempat melakukan ritual tolak bala. 

Wisatawan bisa berfoto-foto atau mendirikan tenda di pulau tersebut. 

Perahu roh 

Dari sisi wisata sejarah dan budaya, Desa Wisata Tipang memiliki peninggalan suku Batak. 

Salah satunya adalah sarkofagus yang dianggap warga setempat sebagai "perahu roh" yang akan membawa roh berlayar ke dunia roh. 

Adapun, sarkofagus ini berguna untuk melindungi jasad manusia yang sudah meninggal dari gangguan gaib. 

Motif topeng dengan beragam ekspresi juga kerap terpahat pada sarkofagus tersebut. 

Salah satu hidangan yang wajib dicoba wisatawan saat bertandang ke Desa Wisata Tipang adalah naniura.

Hidangan tersebut kerap dijuluki sashimi ala Batak karena terdiri dari daging ikan segar yang dilumuri bumbu rempah-rempah. 

Awalnya naniura berbahan dasar ikan endemik di Danau Toba bernama ihan. Namun, karena ikan tersebut semakin langka ditemukan, maka warga menggantinya dengan ikan mas, mujair, atau gabus.

Untuk wisatawan yang mencari buah tangan atau camilan, mereka bisa membeli produk ekonomi kreatif, di antaranya kopi, keripik diva, dan beras merah. 

Mereka juga bisa membeli produk kriya berupa anyaman dari daun pandan yang disulap menjadi tikar, keranjang, dan bentuk lainnya. 

https://travel.kompas.com/read/2021/11/12/200140727/desa-wisata-tipang-sumatera-utara-punya-wisata-alam-pulau-tak-berpenghuni

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Travel Tips
Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Batik Air Resmikan Rute Medan Kualanamu-Singapura Mulai 1 Juli 2022

Travel Update
Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.