Salin Artikel

Sarana dan Prasarana Desa Wisata di Kalimantan Timur Dibenahi Selama Pandemi

KOMPAS.com – Industri pariwisata di Indonesia sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 melanda negara ini pada Maret 2020. 

Namun, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengungkapkan, pihaknya tidak berhenti mengembangkan industri pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini.

“Pengembangan pariwisata tidak bisa berhenti meski pandemi. Saat bicara pengembangan destinasi wisata, kita membantu desa-desa wisata, difasilitasi sarana dan prasarana yang bernilai produktif,” jelasnya.

Hal ini disampaikan oleh Sri dalam webinar bertajuk “Human Capacity Development as the Key for Inclusive Tourism” pada Kamis (18/11/2021).

  • Menikmati Sunset dan Pasir Putih di Lamin Guntur Teluk Sumbang, Berau
  • Dari Maratua Mengejar Matahari Terbenam
  • Kutai Kartanegara, dari Satwa Langka hingga Destinasi Wisata

Dia menerangkan, sarana dan prasarana bernilai produktif yang difasilitasi di antaranya adalah perahu wisata, area apung untuk pertemuan dan kuliner, gazebo, dan tenda kuliner untuk bazaar.

Tidak hanya itu, berdasarkan pemaparan Sri, pihaknya juga mengembangkan tempat wisata baru yang mencakup wisata alam dan wisata minat khusus.

Untuk wisata alam, ada tiga danau baru yang dikembangkan. Sementara wisata minat khusus terdiri dari wisata goa, serta wisata wildlife dan bird watching.

Fasilitasi peningkatan SDM pariwisata

Tidak hanya membenahi sarana dan prasarana di desa wisata, Sri mengatakan bahwa pihaknya bersama Bank Indonesia juga melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam industri pariwisata Kaltim.

“Kemarin diundang untuk melihat bagaimana mereka (Bank Indonesia) melakukan capacity building di Pulau Maratua, yang mana sebagian besar (area pulau) merupakan resor favorit wisatawan mancanegara (wisman) atau kelas menengah ke atas,” ujarnya.

Sri menjelaskan, usaha homestay di pulau tersebut belum tumbuh dengan baik. Alhasil, selama pandemi ini, peningkatan SDM dilakukan agar homestay yang sudah memenuhi standar tetap terjaga kualitasnya.

  • Wehea-Kelay, Tempat Ekowisata dan Rumah Orangutan di Kalimantan Timur
  • 3 Masjid Berarsitektur Unik di Kalimantan Timur
  • 5 Obyek Wisata Menarik di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur

Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia dan bagian dari gugusan Kepulauan Derawan. Lokasinya berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan wisata di pulau ini cukup beragam. Mulai dari berenang, berkunjung ke pemukiman suku Bajo, hingga mengunjungi goa.

Wisatawan juga bisa melihat penyu. Sebab, melansir Kompas.com, Sabtu (10/10/2015), Pulau Maratua merupakan tempat terbesar bagi para penyu untuk bertelur karena letaknya berada di garis pantai.

https://travel.kompas.com/read/2021/11/19/181200627/sarana-dan-prasarana-desa-wisata-di-kalimantan-timur-dibenahi-selama-pandemi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.