Salin Artikel

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

KOMPAS.com - Pemerintah Filipina mengumumkan larangan masuknya wisatawan asing bervaksin Covid-19 penuh guna mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, Senin (29/11/2021). 

Dalam sepekan terakhir, Satuan Tugas Antar-Lembaga untuk Manajemen Penyakit Menular (IATF) Filipina juga mengumumkan penangguhan penerbangan dari tujuh negara di Eropa.

Sebelumnya pemerintah negara tersebut juga melarang kedatangan dari sejumlah negara di Afrika.

"IATF merasa perlu menangguhkan masuknya wisatawan asing, mengingat kekhawatiran dunia atas varian Omicron," terang Komisaris Imigrasi Filipina Jaime Morente, Senin, dikutip dari Inquirer.net.

Larangan tersebut mencakup kedatangan orang asing bervaksin yang berasal dari negara "daftar hijau" dan negara nonvisa lainnya.

Kebijakan ini juga berlaku untuk kedatangan dari 157 negara/wilayah yang bisa masuk ke Filipina tanpa visa untuk lama tinggal 30 hari, menurut Executive Order No. 408.

Melansir dari laman Philippine Airlines, beberapa negara yang masuk daftar 157 negara/wilayah tersebut adalah Indonesia, Kamboja, Kanada, Swiss, dan Singapura. 

Sekretaris Kabinet Filipina Karlo Nograles mengatakan, penangguhan hanya bersifat sementara tanpa menjelaskan batas waktunya. 

Ia mengimbau untuk menunggu perkembangan terbaru dari IATF. Pihaknya juga terus berkonsultasi dengan para ahli dan terus memantau perkembangan varian Omicron. 

IATF sebelumnya telah memasukkan 14 negara ke dalam  "daftar merah". Seluruh pelancong asal negara yang masuk ke daftar itu dilarang masuk ke Filipina. 

Sementara warga Filipina yang tiba dari negara "daftar merah" melalui repatriasi dan mercy flights tetap diizinkan masuk. Namun mereka wajib mengikuti tes dan menjalani karantina.

Sebagai informasi, mercy flights adalah penerbangan yang membawa orang yang sakit parah atau terluka dari daerah terpencil. 

Nograles mengatakan, IATF tidak akan langsung memasukkan suatu negara ke dalam "daftar merah" berdasarkan laporan kasus Omicron.

Adapun pertimbangan utama untuk masuk ke daftar tersebut adalah kasus lokal atau transmisi lokal di luar negeri.

Terkait kasus di Hong Kong dan negara lain, lanjut Nograles, infeksi Omicron dibawa oleh pelancong yang datang dari negara lain dan dinyatakan positif saat kedatangan atau karantina.

Jika kasus Omicron di suatu negara bersifat impor, IATF akan memeriksa apakah negara atau wilayah tersebut siap untuk menghentikan penyebaran varian tersebut.

Negara atau wilayah tersebut dapat masuk ke dalam daftar kuning atau hijau, meski keputusan IATF bisa berubah tergantung anjuran para ahli. 

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Filipina sebelumnya telah melonggarkan pembatasan karena tingkat infeksi harian berada di level terendah sejak awal tahun.

Selain itu, angka vaksinasi nasional juga mengalami peningkatan. 

Sepertiga dari 110 juta penduduk Filipina telah divaksinasi Covid-19 lengkap. Negara tersebut juga mencatat lebih dari 2,8 juta infeksi yang terjadi sejak awal pandemi, dengan kasus kematian lebih dari 48.000 kasus. 

Namun, kemunculan Omicron telah menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya penerapan pembatasan. 

  • 3 Pulau Cantik di Filipina, Cocok untuk Wisata Bahari
  • Turis Indonesia Suka Belanja dan Diving di Filipina, Kenapa?
  • Wisata Filipina, Ini 5 Restoran Halal di Manila

Larangan perjalanan ini juga menjadi pukulan hebat bagi para pelaku industri pariwisata.

Sejak Maret 2020, jumlah kedatangan internasional menurun drastis dan perjalanan domestik dibatasi akibat adanya penutupan perbatasan. 

Industri pariwisata di Filipina menyumbang hampir 13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2019. Pada saat itu, sebanyak delapan juta wisatawan mengunjungi Filipina. 

Akan tetapi, pada tahun 2020, kedatangan wisatawan mengalami penurunan sebanyak 82 persen atau hanya 1,48 juta. 

https://travel.kompas.com/read/2021/12/01/133111527/filipina-larang-kedatangan-turis-asing-bervaksin-cegah-varian-omicron

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.