Salin Artikel

Pemerintah Gunakan Skema Travel Bubble untuk MotoGP dan G20

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menggunakan skema travel bubble untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dalam perhelatan internasional MotoGP Mandalika dan G20.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, travel bubble dinilai sebagai skema yang tepat untuk menjaga efektivitas penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

"Yang sekarang sedang dikembangkan adalah travel bubble. Skema ini diterapkan secara menyeluruh, yang ada pada periode karantina berlaku untuk kru, pebalap, dan official MotoGP."

Demikian ungkap Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (17/01/2022).

  • Sandiaga Uno: Tak Ada yang Bisa Ancam Batalkan MotoGP!
  • 3 Alternatif Kemenparekraf jika Hotel Habis Jelang MotoGP Mandalika

Ia menambahkan, nantinya pemerintah akan menyediakan satu hotel khusus untuk kru, pebalap, dan official MotoGP. Ini juga termasuk untuk seluruh pihak yang terlibat baik di hotel maupun sirkuit, seperti sopir, petugas kebersihan, kru lokal, dan lainnya.

Artinya, mereka yang menjadi bagian dari bubble tidak diizinkan berinteraksi secara fisik dengan pihak di luar bubble.

Dengan begitu, kru, pebalap, dan official tetap dapat menjalankan persiapan secara optimal meski sedang melakukan karantina.

Menurut Sandiaga, skema travel bubble ini nantinya akan diterapkan sejak kedatangan di Malaysia untuk tes pramusim.

"Skema travel bubble ini sudah akan diterapkan sejak ketibaan seluruh pebalap, kru, dan official di Malaysia untuk preseason test sebelum berangkat ke Mandalika di bulan Februari," katanya.

Sandiaga sebelumnya juga mengajak masyarakat untuk tetap optimis MotoGP Mandalika dapat terlaksana dengan sukses. Ini diungkapkannya untuk merespons sejumlah keraguan terhadap penyelenggaraan perhelatan internasional di tengah merebaknya Covid-19 varian Omicron.

Terkait hal tersebut, Sandiaga tetap mengajak masyarakat untuk optimis bahwa penyelenggaraan MotoGP akan tetap terlaksana dengan sukses.

Apalagi, kata dia, perkiraan puncak kasus Omicron yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada rapat terbatas adalah sekitar pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Adapun MotoGP diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022.

"Jadi kami berharap mudah-mudahan saat perhelatan (MotoGP) tanggal 18-20 Maret kita sudah melewati puncak Omicron," tutur Sandiaga.

  • Menkes Jelaskan Begini Kondisi Pasien yang Terinfeksi Varian Omicron
  • Travel Bubble dan VTL untuk Perjalanan Lintas Negara, Apa Bedanya?

https://travel.kompas.com/read/2022/01/17/220649727/pemerintah-gunakan-skema-travel-bubble-untuk-motogp-dan-g20

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.