Salin Artikel

Desa Coumboscuro di Italia yang Ternyata Tidak Pakai Bahasa Italia

KOMPAS.com - Dijuluki sebagai "Provence Kecil-nya Italia", Sancto Lucio de Coumboscuro adalah desa yang berada di dekat perbatasan antara Piedmont, Italia dan Perancis.

Untuk mencapai desa ini, wisatawan harus terbang ke Turin lalu naik kereta api dan bus ke selatan Provence.

Wilayah di Italia yang tidak pakai bahasa Italia

Meski berada di Italia, bahasa resmi masyarakat Coumboscuro adalah Provençal, yaitu dialek neo-Latin abad pertengahan kuno dari Occitan. Bahasa ini digunakan di seluruh wilayah Occitania, Perancis.

Salah satu warga lokal bernama Agnes Garrone justru menganggap Provençal, yang sering dicirikan sebagai campuran antara bahasa Prancis dan Italia, sebagai bahasa ibunya, daripada bahasa Italia.

Mayoritas penduduknya adalah keluarga pengembala

Desa Coumboscuro merupakan desa yang cukup lambat hampir dalam segala hal, yang mana sebagian besar penduduknya berasal dari keluarga pengembala. Bahkan tak jarang ternak mereka diserang oleh gerombolan serigala liar.

"Saya terbiasa bangun subuh untuk menggembalakan domba. Saya bekerja 365 hari per tahun, tidak ada hari libur. Saya tidak mengenal Natal atau Malam Tahun Baru, karena bahkan selama perayaan, ternak saya perlu makan dan dirawat," kata seorang pengembala lokal bernama Garrone, dikutip dari CNN Travel (24/1/2022).

Ia melanjutkan, kerja keras tersebut akan terbayar saat mereka melihat kelahiran anak dombanya.

  • Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia
  • 5 Fakta Stadion Wembley, Tempat Final Euro 2020 Inggris Vs Italia

Di Coumboscuro, listrik sering padam hingga berminggu-minggu selama musim dingin. Koneksi internet pun sangat terbatas. Penduduk setempat menganut gaya hidup sederhana yang selaras dengan alam.

Padamnya listrik juga tidak menyebabkan kepanikan di sana. Sebab, mereka telah menyediakan lampu minyak di rumah masing-masing.

Ketenangan desa yang pas untuk beristirahat

Bentang alam Coumboscuro berupa padang rumput, pegunungan, dan ladang lavender ungu, sangat ideal bagi pengunjung yang mencari tempat peristirahatan. Bahkan ada pula pemandangan menakjubkan dari puncak Alpine yang membentang ke Cote dAzur.

"Pengunjung dipersilakan untuk tinggal bersama kami. Kami membutuhkan orang untuk menemukan dunia kami. Kami tidak ingin dilupakan dan kami memiliki begitu banyak warisan untuk dibagikan," kata Garrone.

Lupakan bar, supermarket, restoran, dan keramaian sosial apa pun karena di sini wisatawan bisa memulai akhir pekan mereka dengan berburu jamur.

https://travel.kompas.com/read/2022/01/29/180700627/desa-coumboscuro-di-italia-yang-ternyata-tidak-pakai-bahasa-italia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.