Salin Artikel

3 Rekomendasi Rute Walking Tour di Jakarta, Wisata Sambil Jalan Kaki

KOMPAS.com - Salah satu cara terbaik untuk mengeksplorasi kota Jakarta adalah dengan berjalan kaki. Ada beberapa rute tempat wisata di Jakarta yang menarik untuk dicoba.

Kamu bisa menjajal walking tour atau wisata dengan jalan kaki yang belakangan ini memang makin banyak diminati.

"Menelusuri sejarah dan bangunan-bangunan ibu kota dari jarak dekat memang memunculkan sensasi yang berbeda dibandingkan melihat sekilas dari kendaraan," ujar pemandu wisata sekaligus pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta Reyhan Artheswara Pattiwael kepada Kompas.com, Minggu (6/2/2022).

Satu rute walking tour rata-rata membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam perjalanan, dengan jarak 2-3 kilometer (km). Sepanjang perjalanan, peserta tur bisa menemukan tempat-tempat unik dan menarik, seperti tempat makan yang mungkin belum diketahui sebelumnya.

Dari sekian banyak rute, ada beberapa rekomendasi dari pihak penyelenggara walking tour, salah satunya kawasan Kota Tua.

"Kalau saran saya, rute klasik atau heritage tour. Alasannya karena peserta bisa melihat kembalinya titik sejarah Jakarta," kata Reyhan.

Lantas, rute apa saja yang direkomendasikan oleh pihak penyelenggara walking tour dan sebaiknya kamu coba?

1. Rute Pecinan (Chinatown)

Pecinan di Jakarta Barat menjadi salah satu rute populer di antara para peserta walking tour ibu kota. 

Alasannya, etnis Tionghoa merupakan salah satu kelompok yang paling banyak menghuni Jakarta dan memiliki perjalanan sejarah yang panjang.

Oleh karena itu, peserta tur dapat melihat sekaligus mempelajari berbagai budaya serta peninggalan mereka yang masih banyak ditemukan di kawasan Glodok.

Dalam waktu kurang lebih tiga jam dengan jarak 2 kilometer (km), kamu akan berhenti di beberapa tempat ikonik.

Mulai dari Pasar Petak Sembilan yang berjualan makanan sampai obat, wisata religi ke wihara tertua Dharma Bakti atau Toa Se Bio, lalu ke Gereja berornamen China di Santa Maria de Fatima.

Selanjutnya, kamu bisa kulineran di Gang Gloria yang menawarkan banyak masakan khas China dan terakhir nongkrong di Petak Enam.

Beberapa rute Pecinan ini banyak juga yang menawarkan berhenti melihat bangunan rumah tua bersejarah Candra Naya atau menikmati beragam teh di Pantjoran Tea House.

2. Rute Kota Tua

Kota Tua selain jadi salah satu ikon wisata di Jakarta, juga merupakan rute walking tour paling populer.

"Kota Tua ini salah satu rute paling populer di antara yang lainnya," kata salah seorang pemandu dari Jakarta Tour Guide kepada Kompas.com.

Menurutnya, alasan utama Kota Tua menjadi favorit adalah karena keindahan bangunan-bangunan tua yang dibangun pada masa penjajahan dengan nilai sejarah tinggi. Estimasi rute perjalanan Kota Tua adalah sekitar dua sampai tiga jam dalam jarak 3 km.

Beberapa pemberhentian di rute ini dimulai dari Stasiun Kereta Api Jakarta Kota yang sudah dibangun sejak 1870, lalu menuju Pelabuhan Sunda Kelapa yang juga sudah ada dari era kolonial, dan Menara Syahbandar yang dulu memantau kapal-kapal di Batavia.

Kemudian, ke Jembatan Kota Intan yang dulu dibangun Pemerintah VOC, Toko Merah yang juga salah satu bangunan tertua nan megah, dan berakhir di Taman Fatahillah untuk bersantai sambil foto-foto.

Tak hanya itu, di sepanjang rute ini kamu dapat menemukan berbagai museum dan tempat makan klasik. Di antaranya Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bahari, dan Cafe Batavia.

3. Rute Pasar Baru

Kamu bisa menemukan bangunan-bangunan lama, pasar, hingga tempat ibadah yang bersejarah di daerah ini. Tidak jauh berbeda dengan rute-rute lain, rute ini memiliki jarak 2-3 kilometer (km) dengan waktu sekitar tiga jam.

Peserta tur akan berhenti untuk wisata religi di Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Kemudian, menuju Gedung Filateli Jakarta yang awalnya gedung pos lalu dialihfungsikan menjadi tempat wisata.

Selanjutnya, menuju Gedung Kesenian Jakarta dan Galeri Antara. Lanjut berhenti di Pasar Baru yang merupakan salah satu pasar tertua dan terlengkap, dan menuju Lapangan Banteng yang kini menjadi ruang kumpul terbuka warga Jakarta.

Terakhir, beberapa rute ada juga yang menuju Kelenteng Sin Tek Bio dan Gereja PNIEL yang merupakan peninggalaman zaman kolonial.

Selain beberapa rekomendasi walking tour tersebut, kamu bisa mencoba berbagai rute lainnya yang tidak kalah menarik.

Seperti menyusuri gedung-gedung pencakar langit di daerah Thamrin sampai Bundaran HI yang menyimpan cerita sejarak Asian Games di Jakarta. Melihat salah satu distrik pusat bisnis, belanja, dan hiburan di Blok M, atau mempelajari landmark Kota Jakarta di rute City Center.

https://travel.kompas.com/read/2022/02/06/200800827/3-rekomendasi-rute-walking-tour-di-jakarta-wisata-sambil-jalan-kaki

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Travel Update
3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.