Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Festival Unik di Dunia, Ada Lomba Gendong Istri dan Lempar Tomat

KOMPAS.com – Sejumlah negara di dunia memiliki festival unik yang dapat menjadi daya tarik wisata. 

Beberapa festival tidak hanya lahir dari budaya atau kepercayaan setempat, tapi juga kadang tercipta berkat adanya kebosanan atau rasa ingin coba-coba. 

Berikut ini adalah daftar festival unik dari berbagai negara yang mungkin akan membuat kamu terheran-heran, dikutip dari The Culture Trip, Sabtu (12/2/2022). 

1. Lomba menggendong istri

Festival menggendong istri adalah sebuah festival olahraga yang berasal dari Sonkajärvi, Finlandia, sejak tahun 1992. 

Dalam bahasa Finlandia, menggendong istri disebut dengan eukonkanto. Namun, asal-usul festival ini belum diketahui pasti. 

Saat festival berlangsung, para peserta bebas menggendong sang istri dengan cara apapun, di antaranya digendong di belakang dan digantung terbalik dengan kaki melingkari bahu suami.

Peserta akan menggendong istri masing-masing melewati lintasan sepanjang 253,5 meter yang penuh rintangan. 

Hadiah untuk pemenang festival ini adalah bir mengikuti berat badan sang istri.

Baby Jumping Festival (festival melompati bayi) diadakan di Castrillo de Murcia, Spanyol.

Acara ini dikenal dengan nama El Colacho oleh penduduk setempat, serta digelar pada 60 hari setelah Paskah selama perayaan Corpus Christi.

Festival tersebut merupakan upacara pembaptisan untuk menyucikan bayi, yang lahir selama setahun terakhir, dari dosa.

Upacara ini sudah lama dijalani oleh masyarakat setempat sejak awal 1600-an. 

Selama festival berlangsung, para laki-laki yang mengenakan baju tradisional akan berpura-pura meneror kerumunan penonton. Selanjutnya mereka akan lari dan melompati bayi-bayi yang ditidurkan di atas alas empuk di tengah jalan.  

Meski dilaporkan tidak ada peserta festival yang luka selama ini, namun festival tersebut tetap mendapat kritik. 

Setiap akhir Mei setiap tahunnya di Gloucestershire, Inggris, diadakan festival mengejar keju. 

Pesertanya adalah orang dewasa yang berkumpul di Desa Brockworth. Mereka bersiap untuk mengejar keju Double Gloucester seberat 9 pon atau sekitar 4 kilogram (kg) yang meluncur menuruni bukit. 

Beberapa persiapan dilakukan sebelum festival dimulai di Cooper's Hill. Semak-semak yang ada di area tersebut akan dipangkas dan area akan akan dibersihkan dari batu atau benda lain yang bisa membahayakan peserta. 

Sayangnya, meski sudah dibuat seaman mungkin, bahaya tetap bisa saja datang dari sesama peserta, bahkan penonton juga bisa terkena imbas. 

Selama festival diadakan, banyak orang yang terluka parah karena harus menuruni bukit yang curam atau saat mengejar keju.

Pada tahun 2015, festival ini ditonton oleh sekitar 4.000 orang.  

4. Kontes pembekuan rambut internasional

Kontes unik ini diadakan di sebuah provinsi yang memiliki suhu sangat dingin, yakni di Yukon, Kanada.

Saat musim dingin berlangsung setiap bulan Februari, kontes pembekuan rambut internasional ini diadakan di Takhini Hot Pools.

Para peserta yang mengikuti kontes akan mencelupkan kepala mereka ke dalam kolam air panas. 

Kemudian, rambut mereka akan ditata semenarik mungkin agar bisa memenangkan kontes sembari dibiarkan "membeku" di udara dingin.  

Diketahui bahwa suhu di area tersebut sangat dingin lantaran bisa mencapai di bawah -30 ° celsius.

Pemenangnya akan mendapat hadiah berupa uang tunai.

Thailand juga memiliki festival unik yang ditujukan untuk monyet-monyet liar di negara tersebut. 

Monkey Buffet Festival atau festival prasmanan monyet diadakan setiap bulan November, dengan memberi makanan kepada monyet-monyet di Provinsi Lopburi, sebelah utara Kota Bangkok. 

Populasi monyet di kawasan tersebut cukup banyak, sekitar 2.000-3.000 ekor. Oleh karena itu, saat festival digelar, terdapat 4.000 kg buah, sayuran, kue dan permen. 

Setelah monyet-monyet itu diberi suguhan, para anak muda akan berdandan seperti monyet-monyet tersebut, lalu menari. 

Festival ini bermula dari seorang pengusaha setempat yang mencari ide untuk mendongkrak pariwisata Lopburi. 

Sejak diadakan pertama kali pada 1989, festival yang melibatkan monyet ini sukses membangkitkan sektor pariwisata di kawasan tersebut. 

6. Festival Lumpur Boryeong

Festival Lumpur Boryeong berlangsung setiap bulan Juli di Desa Boryeong. Lokasinya berjarak 200 km sebelah selatan Seoul, Korea Selatan. 

Festival ini pertama kali diadakan pada 1998 untuk mempromosikan kosmetik berbahan lumpur di desa tersebut.

Adapun lumpur di Boryeong dinilai kaya akan mineral alami, serta bermanfaat untuk kulit. 

Walaupun awalnya bertujuan untuk promosi, saat ini Festival Lumpur Boryeong populer di kalangan wisatawan.

Aktivitas yang bisa diikuti, antara lain masuk ke dalam kolam lumpur dan bermain seluncuran lumpur.

7. Kejuaraan Gulat Kaki Dunia

World Toe Wrestling Championships atau kejuaraan gulat kaki dunia digelar di lokasi yang bervariasi setiap tahunnya. Namun, sebenarnya festival ini berasal dari Desa Wetton, Staffordshire, Inggris, pada 1970-an.

Alasan lahirnya ajang unik ini karena Inggris ingin memiliki beberapa jenis olahraga lain. 

Cara melakukan gulat kaki sama seperti gulat lengan, yakni dua orang saling berhadapan di setiap pertandingannya. Hanya tiga peserta terbaik yang berhak keluar sebagai juara.

Para calon peserta kejuaraan ini umumnya harus mengikuti pemeriksaan kaki menyeluruh dari petugas yang memenuhi syarat. 

Sejak 1945, Kota Buñol di Valencia, Spanyol, rutin mengadakan La Tomatina atau festival tomat. 

Festival ini diawali oleh adanya sekumpulan orang-orang yang mengambil tomat dari toko, lalu memulai pertarungan dengan makanan. 

Pertarungan melempar tomat ini berlangsung selama satu jam, dan pada tahun 2015 diketahui telah menghabiskan 145.000 kg tomat. 

Lantaran penonton yang membeludak, pembatasan peserta diberlakukan dengan menggunakan tiket masuk sejak 2013.

Saat ini jumlah maksimal peserta sebanyak 20.000 orang. Jumlah sebelumnya bahkan pernah mencapai 50.000 peserta.

Setelah puas melakukan pertarungan tomat secara gratis, nanti akan ada truk yang menyemburkan air ke jalan-jalan agar peserta kembali bersih.

https://travel.kompas.com/read/2022/02/12/143847227/8-festival-unik-di-dunia-ada-lomba-gendong-istri-dan-lempar-tomat

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Idul Adha di Kudus Tidak Menyembelih Sapi? Simak Sejarahnya

Mengapa Idul Adha di Kudus Tidak Menyembelih Sapi? Simak Sejarahnya

Jalan Jalan
4 Tempat Beli Oleh-oleh Haji di Surabaya, Ada Beragam Jenis Kurma

4 Tempat Beli Oleh-oleh Haji di Surabaya, Ada Beragam Jenis Kurma

Jalan Jalan
Desa Wisata Bakal Jadi Andalan Baru Labuan Bajo untuk Gaet Wisatawan

Desa Wisata Bakal Jadi Andalan Baru Labuan Bajo untuk Gaet Wisatawan

Travel Update
Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo Tutup pada Rabu, 7 Juni 2023

Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo Tutup pada Rabu, 7 Juni 2023

Travel Update
Rute ke Padukuhan Wotawati dari Pantai Sadeng, Permukiman di Dasar Bengawan Solo Purba

Rute ke Padukuhan Wotawati dari Pantai Sadeng, Permukiman di Dasar Bengawan Solo Purba

Travel Tips
Panduan Lengkap ke OMAH Library, Hidden Gem di Tangerang

Panduan Lengkap ke OMAH Library, Hidden Gem di Tangerang

Travel Update
7 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di BandungĀ 

7 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di BandungĀ 

Jalan Jalan
Ada Aturan Baru untuk Turis Asing di Bali, Catat 5 Penting Ini

Ada Aturan Baru untuk Turis Asing di Bali, Catat 5 Penting Ini

Travel Update
Kunjungan Wisman ke Sulsel 69 Persen pada April 2023

Kunjungan Wisman ke Sulsel 69 Persen pada April 2023

Travel Update
Nyulo, Aktivitas Berburu Hewan Laut Saat Malam Hari di  Belitung

Nyulo, Aktivitas Berburu Hewan Laut Saat Malam Hari di Belitung

Jalan Jalan
Kompleks Taman Dadaha di Tasikmalaya Akan Direvitalisasi Jadi Wisata Baru

Kompleks Taman Dadaha di Tasikmalaya Akan Direvitalisasi Jadi Wisata Baru

Travel Update
INDOFEST 2023 Dikunjungi Lebih dari 48.000 Orang, Lampaui Target Awal

INDOFEST 2023 Dikunjungi Lebih dari 48.000 Orang, Lampaui Target Awal

Travel Update
Sejarah Idul Adha, Mengapa Disebut Lebaran Haji dan Kurban?

Sejarah Idul Adha, Mengapa Disebut Lebaran Haji dan Kurban?

Jalan Jalan
Bali Terbitkan Aturan Baru untuk Turis Asing, Cegah Pelanggaran Terulang

Bali Terbitkan Aturan Baru untuk Turis Asing, Cegah Pelanggaran Terulang

Travel Update
5 Tips Diving di Desa Wisata Welora, Perhatikan Bulan Terbaik

5 Tips Diving di Desa Wisata Welora, Perhatikan Bulan Terbaik

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+