Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Museum Jepang Gelar Pameran Spesial Fosil Pokemon

KOMPAS.com - Apakah kamu salah satu penggemar Pokemon? Sejumlah museum di Jepang tengah dan akan mengadakan pameran spesial yang menampilkan fosil dari Pokemon.

Pokemon yang merupakan singkatan dari Pocket Monster (atau Poketto Monsuta dalam bahasa Jepang), sebuah video game populer asal Negeri Sakura yang dibuat oleh Satoshi Tajiri dan temannya, Ken Sugimori, dikutip dari Kompas.com, Minggu (27/2/2022). 

Video game tersebut juga memiliki serial animasi dan manga. 

Jalan ceritanya sendiri berjenis petualangan dan fantasi, menceritakan kisah hubungan pertemananan antara beragam karakter Pokemon dengan para pelatihnya.

Dilansir dari laman National Museum of Nature and Science Jepang, Sabtu (19/3/2022), beberapa karakter Pokemon seolah-olah dapat dihidupkan kembali dari keadaan seperti fosil.

Melalui sejumlah pameran dengan periode waktu tertentu, fosil-fosil karakter di Pokemon akan ditampilkan sebagai bagian dari pengalaman belajar paleontologi yang unik.

  • Bakal Ada Game Mirip Pokemon GO di Wisata Bukit Peramun, Belitung
  • Berburu Pokemon di Obyek Wisata Selandia Baru, Tertarik?
  • Wahana Attack on Titan Hadir di Jepang, Bisa Hadapi Titan dan Makan ala Survey Corps

Sebagai informasi, paleontologi adalah studi tentang kehidupan purba atau kehidupan prasejarah di bumi. Tujuannya untuk mengetahui evolusi spesies tumbuhan dan hewan, serta ekosistem kuno dan iklim bumi secara menyeluruh.

Pengunjung akan dapat membandingkan fosil Pokemon dengan bentuk kehidupan prasejarah yang ditemukan di dunia nyata.

Dengan bantuan “Profesor Fosil” dan “Excavator Pikachu”, bersama para pakar dunia nyata, pengunjung akan dipandu untuk melihat-lihat pameran dan belajar membandingkan fosil dari kedua dunia.

Membandingkan fosil dari Pokemon dan dunia nyata

Saat mengunjungi Pokemon Fossil Museum, pengunjung bisa membandingkan gambar Pokemon dengan kerangka bentuk hewan prasejarah, lalu mempelajari persamaan dan perbedaan di antara keduanya.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat kerangka konseptual fosil Pokemon yang ditampilkan dalam model kerangka, fosil, dan replika dari dunia nyata.

Harap diingat bahwa koleksi yang ditampilkan dari satu museum ke museum lainnya tidaklah sama. 

Lokasi pameran Pokemon di beberapa museum di Jepang

Pameran Pokemon Fossil Museum ini akan digelar di beberapa museum di Jepang secara bergiliran, dengan harga tiket masuk yang berbeda-beda. Berikut daftarnya:

1. Tokyo

2. Aichi

  • Tanggal: Diperkirakan pada 16 Juli - 6 November 2022.
  • Lokasi: Toyohashi Museum of Natural History (1-238 Oana, Oiwa, Kota Toyohasih, Prefektur Aichi)
  • Waktu: 09.00 - 16.30 waktu setempat. Libur setiap hari Senin.

3. Oita

Untuk informasi lebih lanjut, pengunjung dapat mengecek masing-masing situs web museum dan memeriksa keterangannya.

https://travel.kompas.com/read/2022/03/20/070400127/museum-jepang-gelar-pameran-spesial-fosil-pokemon-

Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke