Salin Artikel

6 Masjid Bersejarah di Jawa, Ada yang Berdiri sejak Abad Ke-15 Masehi

KOMPAS.com – Ada sejumlah masjid bersejarah di Jawa yang hingga hari ini masih terawat dengan baik dan bahkan kerap dijadikan destinasi wisata.

Masjid-masjid tersebut juga menjadi saksi perkembangan Islam di Nusantara sejak berabad-abad silam. 

Kompas.com telah merangkum informasi mengenai sejumlah masjid bersejarah di Indonesia yang perlu kamu ketahui. 

Masjid Agung Demak diketahui ada pada masa Kerajaan Demak pada abad ke-15 Masehi dan dibangun oleh Raden Patah dan para Walisongo. 

Sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia, Masjid Agung Demak disebut menjadi tempat berkumpulnya para Walisongo saat menyebarkan agama Islam di Jawa. 

Lokasi masjid kuno ini berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dikutip dari situs Dinas Pariwisata Kabupaten Demak.

Aristekturnya sangat kental dengan budaya tradisional Indonesia, dengan atap berbentuk limas yang sederhana tapi tampak megah dan indah. 

Masjid Menara Kudus merupakan masjid yang dibangun olah Wali Songo, yakni Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq, seperti dikutip Kompas.com (15/1/2022). 

Bangunan masjid ini sangat khas karena memiliki bentuk menyerupai menara dengan arsitektur seperti candi.

Nama resmi masjid ini adalah Masjid Al-Aqsa dan lokasinya ada di Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Penamaan masjid tersebut juga merujuk kepada kota suci di Palestina yang memiliki nama Al-Quds atau Yerusalem. 

Sunan Kudus menamakannya dengan nama tersebut, untuk mengobati kerinduannya atas tempat kelahirannya, yakni Palestina. 

Berikutnya ada Masjid Kotagede yang berlokasi di Sayangan, Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

Masjid tertua di Yogyakarta ini dibangun pada 1587 Masehi oleh raja pertama Mataram Islam bernama Danang Sutawijaya, atau memiliki nama lain Panembahan Senopati. 

Dilansir dari Kompas.com (25/4/2022), konsep masjid ini adalah catur gatra tunggal atau empat kesatuan yang terdiri dari keraton, masjid, alun-alun, dan pasar. 

Hingga saat ini, Masjid Gedhe Mataram masih kokoh dan tetap dipakai sebagai lokasi beribadah masyarakat.

Pada masa lalu terjadi pemindahan Keraton Kartasura ke Surakarta akibat adanya persitiwa Geger Pecinan atau kekerasan kepada etnis Tionghoa pada masa Pakubuwono II, yang membuat keraton mengalami kehancuran. 

Oleh karena adanya peristiwa tersebut, Keraton Kartasura dipindah pada pada 17 Februari 1745 Masehi dan dilakukan pembangunan ulang, dikutip dari Sistem Registrasi Cagar Budaya.

Selain keraton yang dibangun kembali, Masjid Agung Surakarta juga didirikan di bekas Masjid Agung Kartasura mulai pada 1757 Masehi. 

Lokasi Masjid Agung Surakarta ada di Jalan Masjid Agung Nomor 1, Kauman, Kec. hal. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah. 

Masjid yang satu ini juga tak kalah bersejarah karena diketahui mulai dibangun pada 1421 Masehi oleh Sunan Ampel bersama para sahabatnya. 

Sahabat Sunan Ampel yang turut serta memberikan bantuannya adalah Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, berikut para santrinya, dikutip dari situs Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

Bangun masjid ini berada di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, atau sekitar dua kilometer ke arah timur Jembatan Merah dan dibangun di atas tanah seluas 120 x 180 meter persegi. 

Tak hanya membangun masjid, Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel dan sejak 1972 kawasan masjid ini ditetapkan sebagai tempat wisata religi oleh Pemerintah Kota Surabaya. 

Masjid ini diketahui sudah dibangun pada abad ke-16 dan merupakan peninggalan Kerajaan Banten pada masa Sultan Maulana Hasanudin yang memimpin pada 1552 sampai 1570 Masehi.

Sultan Maulana Hasanudin adalah putra dari Sunan Gunung Jati yang menjadi raja pertama di Kesultanan Banten, seperti dikutip Kompas.com (21/6/2021). 

Meski bangunannya sudah tak sama seperi zaman dulu, masjid ini masih kokoh. Arsitekturnya yang memadukan akulturasi budaya Hindu, China, Jawa, dan Eropa masih tampak terawat dan begitu indah.. 

Hingga saat ini, Masjid Agung Banten masih ramai dikunjungi oleh para peziarah dari penjuru Indonesia.

https://travel.kompas.com/read/2022/04/07/091000827/6-masjid-bersejarah-di-jawa-ada-yang-berdiri-sejak-abad-ke-15-masehi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.