Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Paspor Paling Mahal di Dunia, Ada yang Lebih dari Rp 10 Juta

KOMPAS.com - Paspor adalah dokumen yang sangat berguna bagi seseorang yang ingin pergi ke luar negeri.

Tanpa paspor akan sulit bagi seseorang bisa pergi liburan, sekolah ataupun bekerja di negara lain.

Meski menjadi dokumen wajib untuk seseorang       yang ingin pergi keluar negara mereka, biaya kepemilikan paspor di sejumlah negara ternyata ada yang sangat mahal.

Melansir dari CNN, Senin (8/5/2022), berikut ini adalah daftar paspor paling mahal di dunia pada 2022 yang perlu diketahui:

1. Lebanon

Negara pertama dengan pasopor termahal di dunia adalah Lebanon. Dari info Direktorat Jenderal Keamanan Umum Lebanon, jika penduduk ingin memperbarui paspor, harganya adalah 795 dollar AS ( Amerika Serikat) atau sekitar Rp 11,5 juta.

Harga tersebut bisa berbeda, misalnya untuk para ekspatriat yang ingin memperbarui paspor mereka di Konsulat Jenderal Lebanon New York atau Los Angeles.

Jika ada ekspatriat yang memperbarui di tempat tersebut biaya yang dikeluarkan lebih murah yakni sekitar  600 dollar AS atau jika dirupiahkan jadi Rp 8,7 juta.

Sebagai informasi, Lebanon merupakan negara yang kerap membebankan biaya lebih banyak untuk warga lokal dari pada orang dari luar negeri.

2. Suriah 

Setelah Lebanon ada Suriah yang menduduki peringkat dua negara dengan paspor paling mahal di dunia.

Walaupun jadi salah satu paspor terlemah di dunia, harga yang ditawarkan jika ingin punya paspor di negara ini sangatlah mahal.

Berdasarkan website Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah, warga Suriah yang tinggal di luar negeri harus membayar sekitar 300 dollar AS atau sekitar Rp 4,3 juta untuk paspor baru.

Paspor itu juga hanya bisa berlaku untuk enam tahun saja. Jika ingin punya paspor selama rentang waktu 10 tahun, seluruh biaya yang dibutuhkan adalah 600 dollar AS atau sekitar Rp 8,7 juta.

3. Australia 

Bagi orang-orang yang menetap di Australia, biaya yang dibutuhkan untuk memperbarui paspor mereka macapai Rp 220 dollar AS atau sekitar Rp 3,1 juta.

Kemudian, biaya tersebut bisa membengkak untuk warga Australia yang tinggal di luar negeri karena ada biaya tambahan untuk pemrosesannya.

Total biaya yang harus dikeluarkan akan naik jadi sekitar 336 dollar AS atau kurang lebih Rp 4,8 juta. 

4. Kuba

Dalam proses pembaruan paspor Kuba, ada sejumlah aturan yang cukup berbeda daripada negara lainnya. 

Pemerintah Kuba menentukan bahwa saat membuat paspor baru secara lokal biayanya adalah 105 dollar AS atau sekitar Rp 1,5 juta, dan hanya bisa digunakan selama enam tahun.

Namun, paspor itu juga harus diperbarui lagi setiap dua tahun agar tetap berlaku dan bisa dipakai. Bahkan, setiap akan memperbarui paspor, ada biaya tambahan lainnya sebesar 500 CUP (mata uang Kuba) atau sekitar Rp 300.000. 

Setelah enam tahun, masa berlaku paspor akan habis. Orang yang ingin punya paspor harus membuat paspor baru kembali. 

Sebagai perbandingan yang imbang, pemegang paspor Kuba selama 10 tahun membutuhkan biaya sekitar 270 dollar AS atau sekitar Rp 3,9 juta.

5. Liechtenstein 

Sebagai negara terkecil nomor empat di Eropa dan terkecil keenam di dunia berdasarkan luas daratannya, Liechtenstein punya paspor yang mahal.

Bagi orang yang tinggal di sana, mereka membayar sekitar 260 dollar AS atau sekitar Rp 3,7 juta jika ingin punya paspor. Biaya tersebut diketahui sudah termasuk biaya pembuatan paspor beserta tarif pengirimannya.

6. Meksiko

Paspor mahal berikut adalah milik Meksiko, yang beberapa waktu lalu tepatnya pada 2021 mengeluarkan paspor elektronik dengan chip dan lembaran polikarbonat.

Bagi penduduk yang ingin memperbarui paspor mereka di Meksiko, biaya yang dibutuhkan mencapai 170 dollar AS atau sekitar Rp 2,4 juta.

https://travel.kompas.com/read/2022/05/10/170500827/6-paspor-paling-mahal-di-dunia-ada-yang-lebih-dari-rp-10-juta

Terkini Lainnya

Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

BrandzView
Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Travel Update
Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke