Salin Artikel

Makna Motif Batik Mega Mendung Khas Cirebon

KOMPAS.com - Mega mendung menjadi salah satu motif batik khas Cirebon, Jawa Barat, yang populer di kalangan wisatawan berkat bentuknya dan perpaduan warnanya yang unik. 

Di tangan para perajin batik, lahirlah beragam kreatifitas warna-warna lembut dari motif mega mendung ini.

Lalu, apa sebenarnya makna di balik motif batik yang mirip bentuk gumpalan awan di langit ini?

Bila dilihat sekilas, motif mega mendung seolah menggambarkan awan ketika langit tengah mendung. Diharapkan, seseorang bisa tetap sejuk dan tenang meski sedang marah, sebagaimana cuaca mendung yang membawa kesejukan tersebut.

  • 6 Tempat Wisata Dekat Pusat Oleh-oleh BT Batik Trusmi Cirebon
  • 4 Aktivitas di BT Batik Trusmi, Belanja Oleh-oleh hingga Kulineran
  • 7 Oleh-oleh Khas Cirebon Selain Batik Megamendung

"(Motif) mega mendung itu kan awan, awannya mendung dan menahan, bisa diartikan maknanya menahan amarah kita, jadi kita disuruh sabar, tenang, sejuk, seperti saat mendung, kan sejuk," tutur pemilik BT Trusmi, Sally, kepada Kompas.com, Jumat (29/4/2022).

Di sisi lain, lanjutnya, keberadaan motif mega mendung tidak terlepas dari unsur kebudayaan China yang masuk ke Tanah Air.

Hal tersebut bisa dilihat sewaktu salah satu tokoh penyebar agama Islam yang berpengaruh di wilayah Cirebon, Sunan Gunung Jati, meminang seorang wanita Tionghoa bernama Putri Om Tim.

Selain itu, dilansir dari Tribunnewswiki, Rabu (11/5/2022), pada waktu itu di Cirebon banyak dijumpai pedagang asal China. 

Seiring berkembangnya zaman dan permintaan pasar, gradasi serta komposisi warna batik mega mendung pun kian variatif.

Dari yang dulunya identik dengan warna biru, kini sudah merambah ke warna-warna lembut, atau pastel. Harganya pun beragam, tergantung teknik yang digunakan.

Di Pusat Oleh-oleh BT Trusmi, harga sehelai batik tulis motif mega mendung premium berkisar dari Rp 1,8 hingga Rp 5,9 juta, yang juga sesuai tingkat kerumitan pewarnaan dan lama pembuatannya.

Pewarnaan batik tulis pun masih dilakukan secara manual, sehingga warna batik tidak bisa merata seutuhnya.

  • 10 Wisata Cirebon yang Unik, Bisa Nikmati Alam dan Belajar Sejarah
  • Goa Sunyaragi Cirebon dan Patung Perawan Sunti yang Bikin Susah Jodoh
  • Itinerary 1 Hari di Cirebon, Makan Empal Gentong dan Nongkrong di Alun-alun

Bahkan dulu, BT Trusmi sempat menggunakan pewarna alami, namun justru mengakibatkan warna lebih cepat pudar, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk pewarnaan tersebut cukup lama.

"Dulu pernah menggunakan warna alami, tapi kekurangannya pertama cepat pudar, terus prosesnya pun lama. Ini membuat harganya menjadi sangat mahal dan kurang sesuai antara waktu yang dihabiskan, proses pewarnaan, tapi warna malah lebih cepat pudar," tutur Sally.

Oleh karena itu, batik yang ditemukan saat ini kebanyakan telah memakai warna sintetis.

https://travel.kompas.com/read/2022/05/11/120850227/makna-motif-batik-mega-mendung-khas-cirebon

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.