Salin Artikel

Antigen-PCR Tak Jadi Syarat Perjalanan, Okupansi Hotel Meningkat

KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel meningkat pada Mei 2022, baik hotel bintang maupun non bintang. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, kenaikan tersebut salah satunya dipicu oleh pelonggaran syarat perjalanan. Seperti diketahui, pelaku perjalanan dalam negeri yang telah menerima vaksin Covid-19 minimal dosis kedua tidak wajib menyertakan hasil tes antigen dan PCR. 

Aturan baru itu mengacu pada Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri di Masa Pandemi Covid-19. Pembebasan tes antigen dan PCR bagi penerima minimal vaksin dosis kedua berlaku sejak Maret 2022 lalu. 

“Ada pelonggaran aktivitas masyarakat seperti pembebasan penggunaan PCR bagi pelaku perjalanan, ini menambah mobilitas penduduk yang juga berpengaruh pada TPK,” ujarnya dalam konferensi pers melalui Youtube BPS, Jumat (1/7/2022). 

Selain itu, faktor utama pendorong kenaikan okupansi hotel adalah libur panjang periode Lebaran 2022, Hari Raya Waisak 2566 Buddhist Era (BE), dan Kenaikan Isa Al Masih. 

“Mudah dipahami kenaikan TPK pada Mei 2022 ini karena di Mei itu ada libur nasional Lebaran,Waisak, dan Kenaikan Isa Al Masih. Jadi membuat mobilitas masyarakat tinggi dan juga berdampak pada TPK,” katanya.  

Serupa, tingkat okupansi hotel bintang juga naik secara bulanan (mtm) 15,62 poin dibandingkan April 2022, yang sebesar 34,23 persen. 

Sementara itu, okupansi hotel non bintang pada Mei 2022 tercatat sebesar 24,75 persen. Serupa, tingkat okupansi hotel non bintang naik 6,69 poin secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan Mei 2021 yang sebesar 18,06 persen. 

Tingkat okupansi hotel non bintang juga naik secara bulanan (mtm) 7,35 poin dibandingkan April 2022, yang sebesar 17,40 persen. 

“Kalau dilihat menurut provinsi, kenaikan TPK tertinggi ada di DIY dimana Mei ini naiknya 40,3 poin dibandingkan bulan sebelumnya,” imbuh Margo. 

Menyusul Yogyakarta, tingkat okupansi hotel bintang tertinggi kedua adalah Lampung sebesar 66,04 persen dan Kalimantan Timur  62,54 persen.

Sedangkan, Maluku tercatat sebagai provinsi dengan okupansi hotel bintang terendah, yaitu sebesar 31,54 persen.

Pada kategori hotel non bintang, DKI Jakarta mencatat okupansi tertinggi sebesar 38,94 persen. Diikuti oleh Sumatera Utara dan Kalimantan Barat masing-masing sebesar 31,40 persen dan 30,74 persen. 

Sementara itu, okupansi hotel klasifikasi non bintang terendah tercatat di Bali sebesar 14,96 persen. 

https://travel.kompas.com/read/2022/07/06/154800727/antigen-pcr-tak-jadi-syarat-perjalanan-okupansi-hotel-meningkat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.