Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Baju Adat Jokowi Saat Upacara HUT Kemerdekaan RI Setiap Tahun

KOMPAS.com - Setiap kali menjadi Inspektur Upacara saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dalam empat tahun terakhir di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kerap memakai baju adat yang berbeda.

Tradisi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2017 silam, yang mana Jokowi mengenakan pakaian adat tanah bambu, Provinsi Kalimantan Selatan, saat perayaan HUT ke-72 RI pada 17 Agustus 2017.

  • 5 Baju Adat Jokowi Saat Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI
  • 30 Ucapan HUT Ke-77 RI, Cocok untuk Dibagikan ke Media Sosial 

Untuk mengenang pakaian adat yang pernah dipakai Presiden Jokowi ketika menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI atau Upacara Bendera, berikut selengkapnya yang telah dirangkum Kompas.com, Rabu (17/8/2022):

Upacara HUT ke-72 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2017 silam, menjadi momentum pertama Presiden Jokowi mengenakan baju adat.

Presiden mengenakan pakaian adat khas Tanah Bumbu dari Batulicin, Provinsi Kalimantan Utara, saat menghadiri upacara kala itu. Baju yang dikenakan terdiri dari jas berwarna hitam, ditambah kain songket dan penutup kepala.

Sebagai informasi pada dua tahun sebelumnya, yakni pada 2015 dan 2016, Jokowi masih mengenakan pakaian formal berupa jas dalam pelaksanaan upacara.

Pada upacara HUT Ke-73 RI, 17 Agustus 2018, Presiden Jokowi kembali mengenakan pakaian adat berbeda, yakni baju adat dari Aceh.

Dikutip dari Kompas.com, Senin (17/8/2020), baju adat itu terdiri dari penutup kepala yang disebut kupiah meukeutop, terbuat dari kain tetron berwarna merah, hijau, kuning, dan hitam.

Untuk atasannya (bajee), Jokowi memilih warna hitam berlengan panjang, dilengkapi dengan hiasan sulaman kasab di ujung lengan.

Saat memimpin upacara HUT Ke-74 RI, 17 Agustus 2019, Presiden Jokowi memakai baju adat khas Klungkung dari Bali.

Baju tersebut bermotif hitam, dipadu dengan kain sebagai bawahan dan tutup kepala. Jokowi tidak mengatakan alasan khusus mengapa menggunakan baju adat Bali ini.

Namun, dilansir dari Kompas.com pada Sabtu (17/8/2019), Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, Anak Agung Suryawan Wiranatha menjelaskan bahwa pakaian tersebut biasa dipakai saat acara kenegaraan atau acara, yang jika di Bali dipakai oleh keluarga raja.

Pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 2020, Jokowi saat itu memakai baju adat khas Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dikutip dari Kompas.com pada Senin (17/8/2020), Jokowi memakai kain motif berantai nunkolo, yang dimodifikasi dari bentuk belah ketupat dengan batang tengah yang berarti sumber air.

Bagian pinggir pakaian itu bergerigi melambangkan wilayah berbukit dan berkelok-kelok, sedangkan warna merah melambangkan keberanian laki-laki nunkolo.

Adapun ester (ikat kepala) yang dikenakan Jokowi berbentuk dua tanduk kecil memiliki arti raja yang melindungi. Ikat kepala sebagai penutup kepala menjadi tanda kebesaran raja sebagai mahkota.

Saat memimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atau HUT Ke-76 RI di halaman Istana Merdeka, 17 Agustus 2021, Presiden Jokowi hadir mengenakan pakaian adat pepadun dari Lampung.

Adapun ciri khasnya terlihat dari jenis kain dan topi yang dikenakannya. Dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (17/8/2021), desainer Lampung, Aan Ibrahim mengatakan bahwa pakaian yang dipakai Jokowi adalah busana khas yang kerap digunakan para pemuka adat Lampung pepadun.

Sedangkan jenis kain yang dipakai oleh Presiden saat itu bukanlah songket maupun tapis, melainkan bernama bida.

"Memang lelaki Lampung ini pakai bida. Bukan songket, juga bukan tapis. Bida ini adalah motif kain khas yang digunakan pemuka adat dalam setiap kegiatan adat," kata Aan.

Terakhir, saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-77 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8/2022), Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat dari Buton, Sulawesi Tenggara.

Pakaian adat yang disebut dolomani ini merupakan salah satu pakaian adat kebesaran Sultan Buton saat menghadiri upacara-upacara resmi kesultanan.

Sebagaimana dikutip dari Tribun Sultra, Senin (15/8/2022), satu set baju dolomani terdiri dari baju, celana, sarung, dan kopiah.

Ketika digunakan, turut dilengkapi kotango (baju dalaman), sulepe (ikat pinggang), ewanga (keris atau badik), dan katuko (tongkat).

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (16/08/2022), Dewan Kerajinan Nasional Daerah Baubau, Wa Ode Nursanti Monianse menyebutkan, motif bunga rongo dalam baju dolmani melambangkan perjalanan seorang pemimpin. 

Pemimpin tersebut bermula dari bawah, lalu naik ke atas menjadi seorang pemimpin dan kemudian turun kembali menjadi rakyat biasa.

https://travel.kompas.com/read/2022/08/17/120726527/6-baju-adat-jokowi-saat-upacara-hut-kemerdekaan-ri-setiap-tahun

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+