Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kota Ramah Pesepeda di Dunia 2022, Ada Jakarta

KOMPAS.com- Aktivitas bersepeda menjadi makin populer selama beberapa tahun belakangan. Tak hanya menyehatkan, kegiatan ini bisa membantu mengurangi polusi yang dapat mencemari lingkungan.

Kini, opsi menggunakan sepeda untuk kegiatan sehari-hari makin besar, seperti misalnya untuk berangkat kerja atau pergi ke sekolah.

Oleh karena itu, banyak dari kota-kota besar di dunia yang mulai menyediakan fasilitas khusus bagi para pesepeda ataupun meningkatkan sarana dan prasarana mereka.

Dalam laporan bertajuk Global Bicycle Cities Index 2022 yang dirilis oleh Luko, perusahaan asuransi asal Perancis, terdapat riset yang menganalisis kondisi bagi para pengguna sepeda di 90 kota di seluruh dunia.

Tujuannya adalah menentukan apakah suatu kota memiliki kondisi yang baik atau tidak bagi para pengendara sepeda.

Kota paling ramah bagi pesepeda

Dari 90 negara yang termasuk dalam daftar Global Bicycle Cities Index 2022, Jakarta masuk dalam urutan ke-85.

Ibu kota Indonesia ini memperoleh total skor 21,66 poin, beda 0,58 poin lebih rendah dibandingkan Hongkong yang berada di peringkat ke-84. Sementara, skor Jakarta lebih tinggi 0,31 poin dibandingkan kota Moskow. 

Utrecht, kota terbesar keempat di Belanda, menjadi kota di dunia yang paling ramah bagi pesepeda dengan skor 77,84 poin.

Munster, Jerman menempati posisi kedua dengan skor sebesar 65,93 poin. Urutan selanjutnya diikuti Antwerp di Belgia yang memiliki skor 60,51 poin.

Kemudian, Copenhagen di Denmark memiliki skor sebesar 60,46 poin, menempati posisi empat. Amsterdam, ibu kota Belanda, berada di urutan berikutnya dengan skor 60,24 poin.

Benarkah Sepeda Bisa Dibawa Naik Pesawat Udara?

Rute Sepeda Yogyakarta Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Posisi ke-6 ada Malmo di Swedia dengan skor indeks sebesar 55,88 poin. Lalu di posisi ke-7 ada Hangzhou, kota di China, dengan skor 52,55 poin.

Selanjutnya, di urutan 8-10, ada Bern (Swiss), Bremen (Jerman), dan Hannover (Jerman) dengan skor masing-masing 48,76 poin, 47,81 poin, dan 46,7 poin. 

Metodologi penelitian

Indeks penilaian dibuat dengan menggunakan enam indikator utama, yaitu cuaca (weather), tingkat penggunaan sepeda (bicycle usage).

Indikator lainnya adalah tingkat kriminalitas dan keamanan (crime and safety), infrastruktur (Infrastructure), aktivitas berbagi sepeda (sharing), dan acara penunjang bersepeda (events). 

Adapun indikator utama tersebut dipecah lagi menjadi beberapa faktor. Misalnya tingkat kriminalitas dan keamanan (crime and safety) dibagi menjadi tingkat kematian, kecelakaan, dan pencurian sepeda.

  • 4 Aturan Bawa Sepeda Naik KRL, Ukuran dan Tempat Menyimpannya
  • 5 Jalur Sepeda di Yogyakarta, Bisa Sambil Wisata dan Susur Kampung

Kemudian infrastruktur (Infrastructure) terbagi menjadi jumlah toko sepeda di satu kota, adanya jalanan khusus sepeda dan kualitas jalan, serta kualitas investasi dan infastruktur keseluruhan. 

Aktivitas berbagi sepeda (Sharing) dipecah menjadi jumlah tempat rental (penyewaan) sepeda dan jumlah sepeda yang digunakan bersama-sama.

Lalu, acara penunjang bersepeda (Events) salah satunya dilihat dari ada atau tidaknya agenda hari tanpa kendaraan, seperti misalnya Car Free Day (CFD) di Jakarta setiap Minggu pagi. 

Adapun 90 kota dalam daftar dipilih karena kesediaan mereka untuk berinvestasi dan berinisiasi untuk meningkatkan infrastruktur dan keselamatan saat bersepeda, dikutip dari laman de.luko.eu, Senin (29/8/2022).

Studi ini tidak semata-mata bertujuan membuat gambaran kota-kota terbaik dan terburuk untuk bersepeda, melainkan lebih ekpada mengevaluasi iklim bersepeda di 90 kota berdasarkan faktor-faktor yang terkait dengan pengguna sepeda.

https://travel.kompas.com/read/2022/08/29/091507927/kota-ramah-pesepeda-di-dunia-2022-ada-jakarta

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

Travel Update
3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

Travel Update
Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Travel Update
Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 FebruariĀ 2023

Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 FebruariĀ 2023

Travel Update
Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Travel Tips
Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Travel Update
Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Travel Tips
Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Travel Update
Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Jalan Jalan
Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Jalan Jalan
Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Jalan Jalan
Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Travel Update
Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+