Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Usia Berapa Anak Boleh Diajak Naik Gunung?

KOMPAS.com - Sebagian orangtua yang gemar mendaki mungkin bertanya-tanya usia berapa anak boleh naik gunung.

Sebab, mengajak si kecil mendaki tentu akan memberikan pengalaman tersendiri sekaligus mengenalkannya pada alam sejak dini.

Namun, ada beberapa hal yang musti diperhatikan. 

Menurut pendaki senior sekaligus anggota Eiger Adventure Service Team (EAST) Galih Donikara, ada usia tertentu yang dianggap ideal saat anak dibawa naik gunung.

"Teorinya banyak yang mengatur, tujuh tahun sudah mulai bisa, tapi jangan sampai puncak. Trekking sampai di kaki gunung saja, camping di kaki gunung," ujar Galih dalam Travel Talk: Tips Mendaki Gunung bagi Pemula yang disiarkan di media sosial dan youtube Kompas.com, Rabu (31/08/2022). 

Lebih lanjut, Galih menganjurkan agar anak dikenalkan dan dibiasakan terlebih dahulu dengan situasi camping atau berkemah di kaki gunung.

Sebab, ada banyak perbedaan yang akan dihadapinya saat berkemah, jika dibandingkan di rumah.

Misalnya, ketika buang air kecil dan besar, makan, dan lainny.

"Karena kan di kaki gunung harus mengatur MCK (Mandi, cuci, kakus), buang air besar, hal penting juga, nih. Kalau anak kecil tidurnya bagaimana, makannya bagaimana, apakah terbiasa di luar?" tuturnya.

  • 5 Manfaat Mendaki Gunung untuk Anak, Bisa Belajar Melawan Rasa Malas!
  • Tips Naik Gunung, Kenali Gejala dan Cara Atasi Hipotermia

Usia berapa anak boleh naik gunung?

Galih menyarankan agar anak usia tujuh tahun ke bawah tidak langsung dibawa menuju ketinggian atau puncak yang ekstrem. 

Selain membiadakan anak berkemah di kaki gunung, cobalah melakukannya di lokasi-lokasi berbeda, sehingga anak bisa beradaptasi.

Ketika memasuki usia 8 tahun, orangtua mulai bisa menambah ketinggian gunung yang didatangi.

"Umur 8 tahun tambah ketinggian, naik misalnya ke (gunung) Cibereum, turun lagi, nanti naik lagi ke Cipanas, Kandang Batu, dan seterusnya. Kalau kemudian usianya sudah memadai, barulah yang tinggi," terang dia. 

Dilansir dari Kompas.com (30/03/2014), untuk warga Jakarta dan sekitarnya juga bisa mengajak anak ke Taman Nasional Gede Pangrango atau Taman Nasional Halimun.

Di Taman Nasional Halimun, lokasinya bisa Citalahab yang berada di Sukabumi atau Gunung Bunder di Bogor.

Sementara, beberapa gunung di Indonesia ada yang sudah menerapkan batas minimal usia pendakian yaitu 17 tahun, seperti di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing. 

"Usia di atas 17 tahun ini ideal bagi seseorang untuk bisa mendaki gunung karena cara berpikir dan persiapan mentalnya sudah ada," ujar Marwoto, dikutip dari Kompas.com (18/08/2020).

Usia tersebut juga dinilai seseorang sudah mengerti dan sudah bisa mencari apa saja informasi seputar pendakian gunung.

Galih menuturkan, salah satu cara untuk memulai kebiasaan agar anak menjadi nyaman dengan lingkungan pegunungan bisa dilakukan melalui perbekalan.

Anak bisa dibiasakan mengonsumsi makanan gunung untuk dimakan di rumah, agar nantinya lebih familiar.

"Kadang-kadang mendaki gunung itu menghilangkan selera makan. Jadi perbekalan makanan itu bersifat psikologis, bersifatnya kuncian. Kalau anak kita senang dengan nugget, harus ada menu nuget saat mendaki gunung. Itu yang membuat selera makannya timbul," tutur Galih. 

Sebab, jika selera makan sudah hilang padahal jalur pendakian masih panjang, energi akan terkuras habis dan menyebabkan tubuh lemas.

Dengan demikian, ia menekankan perbekalan tidak hanya dibawa untuk memenuhi selera, tetapi juga ada kepentingan psikologis di baliknya. 

Kemudian, seperti ditulis Kompas.com, anak bisa mulai perjalanan dengan melakukan trekking di lereng gunung.

Setelah menjajal lereng gunung, perjalanan berikutnya bisa lebih jauh lagi, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan anak.

Sisanya, orangtua bisa menggendong dengan mengunakan ransel khusus untuk membawa bayi atau baby backpack. 

Tidak perlu terburu-buru dan terus beri dukungan anak dalam setiap langkah mereka, seperti dikutip dari Kompas.com (26/4/2016).

Saat mendaki, dorong keterlibatan anak dengan mengenalkan mereka terhadap obyek hidup yang ada di alam, seperti pepohonan atau serangga. 

Terakhir, tentunya orangtua harus membawa persiapan dan perbekalan yang matang.

Persiapannya mulai dari kompas atau GPS untuk navigasi, kacamata, tabir surya, senter, perlengkapan obat-obatan, vitamin anak, peralatan mendaki, selimut, pakaian, serta makanan dan minuman yang berlebih.

https://travel.kompas.com/read/2022/09/01/140500427/usia-berapa-anak-boleh-diajak-naik-gunung-

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+