Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tiket Pesawat Mahal, Tren Tunjukkan Wisatawan Lebih Pilih Beli Paketan

KOMPAS.com - Mahalnya tiket pesawat, yang meningkat sekitar 150 persen sampai 300 persen nyatanya tidak menyurutkan niat para traveller di seluruh dunia untuk bepergian.

Hal ini tampak dari hasil riset Global Rescue Summer Travel Safety and Sentiment Survey 2022, yang menunjukkan sebesar 79 persen traveller di seluruh dunia tetap akan melakukan perjalanan karena sudah bosan di rumah selama dua tahun.

  • Wisata ke Segitiga Bermuda Plus Garansi Jika Kapal Hilang, Segini Harganya
  • Jepang Terapkan Bebas Visa 11 Oktober dan Siap Sambut Turis Individu

Mereka tetap akan berwisata ke mana pun juga, meski harga tiket pesawat masih tinggi.

Kendati begitu, muncul tren baru secara global yang membuat traveller lebih memilih membeli paket wisata secara keseluruhan atau paketan dibanding membeli satuan.

Tren membeli paket perjalanan secara utuh

Trend membeli paket perjalanan dipicu oleh keinginan wisatawan untuk mendapatkan pelayanan, mulai dari keberangkatan, selama perjalan, sampai ia kembali ke tempat asalnya.

"Ternyata berdasarkan riset dari Global Rescue Summer Travel Safety and Sentiment Survey 2022, traveller akan lebih memilih untuk membeli paket wisata secara keseluruhan, dibanding beli ketengan. Mereka lebih suka dijadikan satu paket," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Pauline Suharno.

Pauline yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) ini meyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Road to World Tourism Day: Rethinking Tourism secara online, Jumat (23/9/2022).

Hal serupa turut disampaikan asosiasi perjalanan seperti ASTINDO dan ASITA. Mereka mendorong pelanggannya agar membeli paket secara utuh, dibanding secara terpisah.

"Kenapa sih kita dari ASTINDO dan ASITA mendorong customer untuk beli paketan, jangan ketengan? Karena kalau beli ketengan kan kita tidak tahu vendornya siapa, masih banyak vendor yang mati suri atau mungkin bermasalah di permodalan dan lain sebagainya," tutur Pauline.

Waspada penipuan paket wisata

Ia juga mengimbau pelanggan agar jeli terhadap berbagai modus penipuan paket wisata yang marak di media sosial dan sebaiknya memilih biro perjalanan wisata (BPW) dengan legalitas jelas.

"Jangan sampai customer membeli dari medsos. Bukannya enggak boleh, hanya sangat rawan dengan travel agent abal-abal yang akhirnya malah menelantarkan customer," imbuhnya.

"Travel agent, BPW, dan APW (agent perjalanan wisata) yang akan bertanggung jawab, dan pastinya BPW, APW yang bonafit, eksis dan terpercaya dengan legalitas yang jelas," tuturnya.

https://travel.kompas.com/read/2022/09/24/130100127/tiket-pesawat-mahal-tren-tunjukkan-wisatawan-lebih-pilih-beli-paketan

Terkini Lainnya

Dieng Caldera Race 2024 Digelar mulai 7 Juni 2024

Dieng Caldera Race 2024 Digelar mulai 7 Juni 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Travel Tips
Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

BrandzView
Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Travel Update
Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke