Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

4 Tempat Bersejarah di Bekasi, Menyusuri Jejak Masa Lalu

KOMPAS.com - Singgah di tempat bersejarah di Bekasi, Jawa Barat bisa menjadi pilihan wisata akhir pekan untuk melihat lagi jejak masa lalu.

Di sana pernah menjadi tempat terjadinya berbagai peristiwa di masa lalu, membuat julukan Kota Patriot melekat pada kota yang berada di kawasan Jabodetabek tersebut.

Berikut beberapa tempat bersejarah di Bekasi yang dapat kamu kunjungi saat senggang atau untuk mengisi akhir pekan.

Tempat bersejarah di Bekasi

1. Monumen Perjuangan Rakyat

Monumen ini terletak di kawasan Alun-alun Kota Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan. Menurut Sejarawan Bekasi Ali Anwar, seperti dikutip dari Tribun Jakarta, Monumen Perjaungan Rakyat adalah simbol resolusi rakyat Bekasi dan kepatriotan para pejuang pada masa lalu.

Monumen ini juga dibangun sebagai simbol kepatriotan para pejuang dalam merebut hingga mempertahankan kemerdekaan Bekasi.

Dikutip dari situs Pemerintah Kota Bekasi, monumen berbentuk persegi lima dan terbuat dari batu bata itu dibangun pada 5 Juli 1955.

Letaknya yang dikelilingi pepohonan rindang membuat monumen ini cocok untuk dikunjungi saat ingin bersantai pada waktu senggang.

2. Gedung Papak

Tempat bersejarah di Bekasi lainnya adalah Gedung Papak, yang menjadi salah satu bangunan cagar budaya peninggalan zaman kolonial.

Lokasinya ada di Jalan Ir H Juanda No.157, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dikutip dari situs Pemerintah Kota Bekasi, gedung bergaya art deco tersebut adalah salah satu saksi perjuangan rakyat Bekasi pada masa revolusi fisik.

Dulunya, Gedung Papak merupakan milik seorang penguaha keturunan Tionghoa bernama Lee Guan Chin. Karena memiliki loyalitas tinggi terhadap perjuangan rakyat Bekasi dan punya hubungan baik dengan gerakan kerakyatan yang dipimpin KH Noer Alie, gedung tersebut diserahkannya secara sukarela sebagai salah satu markas perjuangan.

Setelah perang kemerdekaan tahun 1967, Gedung Papak dijadikan rumah dinas Bupati dan pada 1982 menjadi rumah dinas wali kota seiring dengan pembentukan Kota Administratif Bekasi.

Bangunan itu pun dijadikan ruang publik. Belum lama ini, pemerintah setempat memperindah bangunannya. Dikutip dari Tribun Jakarta, bangunan baru Gedung Papak didominasi cat dinding berwarna putih.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Muhammad Ridwan mengatakan bahwa perapihan tersebut meliputi pengecatan, perbaikan ornamen yang lapuk, serta melepas kanopi yang menempel di gedung agar bangunannya tetap terlihat asli.

Monumen ini juga dikenal sebagai Monumen Front Perjuangan Rakyat Bekasi.

Lokasinya ada di tepi Kali Bekasi atau di Jalan Ir H Juanda.

Dikutip dari Kompas.com (14/08/2022), di monumen tersebut, tergambarkan ilustrasi kereta, tentara-tentara Jepang, dan rakyat Bekasi yang sedang memegang senjata. Secara sekilas, pengunjung yang mendekati monumen bisa mengetahui apa yang terjadi di sana kala itu.

Menurut Sejarawan Ali Anwar, Monumen Kali Bekasi merupakan tempat rakyat Bekasi melawan tentara Jepang. Tempat ini menjadi saksi bisu pembantaian 90 tentara Jepang oleh rakyat di Bekasi pada 18 Oktober 1945.

Adapun tentara Jepang selama pendudukannya dikenal begitu kejam terhadap rakyat Bekasi. Untuk itu, rakyat mencoba menangkap tentara Jepang yang hendak melintasi Bekasi. Saat itu, Jepang sudah dinyatakan kalah oleh sekutu setelah Perang Dunia II yang menghancurkan Kota Hiroshima dan Nagasaki.

Menurut Ali, saat itu Kali Bekasi berubah warna menjadi merah, sehingga disebut kali merah.

Pemerintah Jepang kemudian mengajukan protes dan meminta pertanggungjawaban kepada Kepolisian RI. Mereka juga meminta jaminan agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa.

Presiden Soekarno pun datang ke Bekasi pada 25 Oktober 1045 dan meminta agar peristiwa serupa tidak terulang. Permintaan Soekarno diterima oleh rakyat Bekasi dan monumen itupun dibangun sebagai tanda perdamaian Jepang dan Bekasi.

Monumen ini berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dikutip dari situs Pemerintah Kota Bekasi, pada bagian atas monumen terdapat kepala dengan ornamen pecahan peluru meriam, mortir, granat tangan, dan selongsong palum di sekelilingnya.

Meski sekilas terlihat biasa, namun tugu setinggi 205 sentimeter tersebut memiliki makna historis mendalam dan merupakan saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi melawan tentara Belanda dan sekutu.

Dikutip dari Tribun Jakarta, masyarakat sekitar juga kerap menyebutnya sebagai Tugu Patal. Menurut Sejarawan Ali Anwar, sebutan itu digunakan lantaran letak tugu yang dibangun pada tahun 1949 itu berdekatan dengan pabrik pemintalan benang bernama Patal.

https://travel.kompas.com/read/2022/11/07/200300527/4-tempat-bersejarah-di-bekasi-menyusuri-jejak-masa-lalu

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+