Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Maskapai Indonesia Terburuk di Dunia, Bisa Hambat Pemulihan Pariwisata

KOMPAS.com - Dua maskapai Indonesia, Lion Air dan Wings Air masuk daftar maskapai terburuk di dunia tahun 2022, berdasarkan survei yang dilakukan oleh platform layanan perjalanan Bounce. 

Pemeringkatan dilakukan berdasarkan pertimbangan sejumlah aspek, termasuk ketepatan waktu kedatangan, layanan, serta makanan dan minuman saat penerbangan.

Terkait hasil survei tersebut, pengamat pariwisata Azril Azhari menilai, nama buruk seperti ini akan sangat berdampak terhadap pariwisata Indonesia, apalagi di tengah upaya kebangkitan saat ini.

"Wisata kita kan mau bangkit sekarang, tapi dengan adanya berita ini, untuk pariwisata dalam negeri, orang-orang yang mengerti tentu akan berpikir dua kali. Apalagi terburuk di dunia lagi, bukan di Asia, di dunia. Tentu jadi masalah," kata Azril.

Meski begitu, menurutnya masyarakat Indonesia mungkin akan tetap memilih kedua maskapai itu lantaran murahnya biaya yang ditawarkan. Selain itu juga keterbatasan pilihan maskapai di sejumlah rute.

"Bagaimana, ya. Kadang-kadang orang Indonesia itu kan mau cari yang murah, tapi keselamatan kadang tidak diperhitungkan," tuturnya.

Namun, ia memperkirakan hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap wisatawan mancanegara lantaran kebanyakan dari mereka tidak memilih maskapai Lion Air dan Wings Air.

Senada, pengamat pariwisata lainnya, Arief Gunawan juga mengatakan hasil survei tersebut berpotensi berdampak buruk terhadap pariwisata tanah air yang kini sedang gencar berpromosi.

"Secara umum akan berdampak buruk untuk pariwisata Indonesia di mata dunia yang baru gencar gencarnya berpromosi," kata Arief.

Pemerintah perlu evaluasi

mengatakan pentingnya evaluasi terhadap pemerintah dalam melakukan sertifikasi kelayakan sebuah maskapai, terutama Kementerian Perhubungan.

Hal ini juga termasuk dalam pemberian izin pembukaan rute penerbangan baru.

Untuk diketahui, baik Lion Air maupun Wings Air melayani banyak rute ke berbagai daerah di Indonesia. Di beberapa rute, masyarakat tidak punya opsi penerbangan lain.

"Pemerintah harusnya memberi batasan kepada rute penerbangan di Indonesia, penuhi ini dulu standarnya baru diberikan lagi izin membuka rutenya. Kenapa diberikan izin terus untuk rutenya, padahal standar kelayakannya belum," kata Azril saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/11/2022).

  • 4 Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Check In Pesawat
  • Tata Cara Naik Pesawat jika Baru Pertama Kali

Di sisi lain, hasil evaluasi tersebut juga perlu dipublikasikan kepada masyarakat umum sebagai media edukasi.

Sebab, kebanyakan masyarakat akan cenderung memilih maskapai yang lebih murah, baik itu untuk pulang kampung atau berwisata. Apalagi jika tidak ada opsi maskapai lainnya untuk rute yang mereka tuju.

"Edukasi kepada masyarakat, berupa pemberitahuan bahwa maskapai ini belum tersertifikasi secara internasional dan izinnya. Ya jangan dulu layak terbang, kan pemerintah berhak menyetop," sambungnya.

Kendati demikian, pengamat pariwisata lainnya, Arief Gunawan menyebutkan, langkah dua maskapai tersebut untuk membuka penerbangan ke berbagai rute di daerah juga perlu diacungi jempol.

Sebab, hal itu mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyakat di daerah, serta untuk berbagai kalangan.

Selain itu, menurutnya perlu pula diperhatikan bahwa Lion Air dan Wings Air merupakan low cost carrier atau maskapai berbiaya rendah.

Untuk diketahui, maskapai berbiaya rendah memiliki fasilitas berbeda dalam hal bagasi, makanan dan minuman, serta pemilihan tempat duduk. Misalnya, untuk mendapatkan makanan dan minuman dalam penerbangan (in flight meals), penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan.

"Secara komersial atau bisnis, pengguna maskapai tersebut telah tahu bahwa maskapai penerbangan tersebut adalah maskapai low cost carrier, ya. Jadi harap maklum," imbuh dia.

Hal terpenting, kata Arief, adalah maskapai berstatus low cost carrier harus tetap mengedepankan keamanan dan kenyaman penumpang.

"Yang paling pertama dan utama untuk low cost carrier, bagi saya, tolong jaga untuk tetap aman terbang, kedua baru nyaman terbang," pungkasnya.

https://travel.kompas.com/read/2022/11/15/135758227/maskapai-indonesia-terburuk-di-dunia-bisa-hambat-pemulihan-pariwisata

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

4 Penginapan Dekat Tempat Wisata Boemisora Semarang, Bisa Camping

Jalan Jalan
Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Cara ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok Naik KRL dan Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Fasilitas Niang Komodo di Pulau Rinca Diresmikan, Sumber Info Wisata dan Edukasi

Travel Update
Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Festival Pecinan Cirebon 2023, Komitmen Jaga Sejarah dan Tradisi Tionghoa di Tanah Wali

Travel Update
Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Ribuan Pengunjung Padati Cap Go Meh Bogor Street Festival 2023

Travel Update
Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Sejumlah Fasilitas di TN Komodo Perlu Dibenahi Demi Kenyamanan Wisatawan

Travel Update
Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Festival Imlek di Banyuwangi, Ada Beragam Jajanan Khas Tionghoa

Jalan Jalan
10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

10 Fakta Visa Transit Arab Saudi, Bisa Umrah dan Ziarah

Jalan Jalan
Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Main ke Boemisora Semarang, Bisa Belanja 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Pelayaran Rute Kepri-Kalbar Kini hanya 24 Jam Pakai Kapal Roro Terbaru

Travel Update
Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Travel Tips
Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Travel Update
Aturan Bea Cukai yang Perlu Diketahui Saat Pulang dari Luar Negeri

Aturan Bea Cukai yang Perlu Diketahui Saat Pulang dari Luar Negeri

Travel Tips
Cap Go Meh di Bogor Digelar Hari Ini, Catat 6 Tips Berkunjung Berikut

Cap Go Meh di Bogor Digelar Hari Ini, Catat 6 Tips Berkunjung Berikut

Travel Tips
Panduan Lengkap Wisata ke Boemisora di Kabupaten Semarang

Panduan Lengkap Wisata ke Boemisora di Kabupaten Semarang

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+