Berkelana ke Negeri-negeri Stan (54)

Kompas.com - 20/05/2008, 06:24 WIB
Editor

Tayang:  Senin - Jumat]

Bairam, Sinterklas, dan Saddam Hussain

Apa hubungannya? Ketiganya ada di Bukhara, kota kuno di barat Uzbekistan, pada perayaan Idul Qurban.

Siapa yang tak kenal nama Bukhara, kota pusat peradaban Islam di Asia Tengah ini? Nama besar Imam Bukhari dan Ibnu Sino tak pernah lepas dari taburan masjid dan madrasah di kota kuno ini. Tak salah memang jika saya datang ke Bukhara untuk merayakan Idul Kurban.

            "Jangan lupa besok, datang ke rumah ya. Besok, bairam," kata seorang nenek Tajik penjual pakaian tradisional di salah satu bangunan kuno.

Bairam, dalam bahasa Tajik dan Uzbek, artinya perayaan. Segala macam perayaan besar bisa disebut bairam. Belakangan ini memang banyak perayaan. Idul Kurban datang hampir bersamaan dengan Tahun Baru. Dalam sekejap harga angkutan naik tak terkira.

Saya datang ke Masjid Kalon, masjid besar Bukhara, pagi-pagi buta. Semalaman salju mengguyur kota ini, menyelimuti semua permukaan tanah dengan lapisan putih bersih. Gedung-gedung kuno yang sambung menyambung di seluruh Bukhara seolah menggiring saya ke masa lalu. Berdiri di depan Masjid Kalon yang gagah saya terpukau oleh keagungannya yang terpancar dalam keheningan. Dalam keheningan subuh ini, di bawah rintik-rintik salju, saya membayangkan Imam Bukhari dan Ibnu Sina sedang menuntut ilmu.

Masjid masih sepi. Para jemaah  belum datang. Muhammad mengajak saya menunggu di ruang jaga petugas. Muhammad adalah putra dari Imam besar Bukhara. Ayahnya, Abdul Ghafur, pernah ke Indonesia beberapa tahun silam. Tak heran orang Indonesia langsung disambut dengan penuh keakraban di Masjid Bukhara ini. Di ruangan itu ada meja panjang. Anak-anak Imam, murid-murid madrasah, dan petugas masjid berkumpul, menghangatkan tubuh di samping samovar (penghangat ruangan), sambil menyeruput teh hijau panas-panas.

Langit masih gelap ketika jamaah mulai berdatangan. Denah masjid ini berbentuk kotak persegi, di bagian tengahnya ada pelataran luas yang ditumbuhi beberapa pohon tua. Putih bersih, es dan salju melapisi lapangan.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.