Menyantap Untung dari Soto Ayam Kampung

Kompas.com - 30/06/2008, 06:47 WIB
Editor

Salah satu makanan yang memiliki banyak variasi adalah soto. Hampir setiap daerah memiliki masakan bernama soto. Orang Madura mempunyai soto Madura, orang Sunda dengan soto Bandung, Soto Kwali Solo, Soto Betawi, Soto Medan, Soto Lamongan, dan masih banyak lagi. Uniknya, masing-masing mempunyai kekhasan dan citarasa yang khas.

Menu populer ini menginspirasi Hendro Dwi Sriyantono. Pada tahun 2006, ia membuka Soto Ayam Jolali di Jl. Barathajaya, Surabaya. "Di Surabaya, rata-rata orang suka soto," ujarnya. Untuk usaha ini, Hendro mengajak sepupunya, Lilik Hartono. "Modal awal kami waktu itu hanya Rp 5 juta," akunya. Mereka membuka usaha dengan konsep gerobak.

Soto Jolali menggunakan daging ayam kampung. Mulai dari dada, paha, ceker, jeroan, dan telur ayam. "Harga jual Rp 5.000 sampai Rp 7.500 per porsi," sebut Hendro. Harga tersebut tergantung isi dan sajian, misalnya nasinya dipisah atau campur. Soto Jolali memproduksi sendiri bumbu dan koya soto. "Kami punya tempat pengolahan bumbu," kata Hendro. "Sehari, kami bisa memproduksi 50 kilogram bumbu soto," tambahnya.

Di gerai Surabaya itu, dalam sehari, Hendro bisa menjual sampai 100 mangkuk sehari. Soto Jolali buka setiap hari dari pukul 7 pagi sampai 9 malam. Karena laris manis itulah, Hendro yakin bisa mengembangkan usahanya ini di luar Surabaya. Hendro ingin merek Soto Jolali juga terkenal di wilayah orang lain. "Makanya, kami ikut pameran waralaba di Jakarta tempo hari," katanya. Dari situ, dia menyadari banyak orang tertarik bermitra dengannya. "Respon positif mereka melegakan kami," ujarnya senang.

Tawarkan kemitraan

Hendro dan Lilik melihat peluang cukup besar mengembangkan bisnis soto ayam ini dengan pola kemitraan. "Maret 2008 lalu, kami mulai membuka kerjasama dengan pihak lain," ujarnya bertutur.

Baru buka Maret lalu, Soto Ayam Jolali telah mendapatkan tiga mitra di Surabaya, Sidoarjo, dan Jakarta. "Bulan depan, kami akan buka di Ciputat," imbuhnya, senang. Hendro menargetkan tahun ini bisa membuka 30 gerai. "Sudah banyak peminat ingin bekerjasama," tambahnya. Di menyebut calon mitra dari Jakarta, Karawang, Bogor, dan Banjar sudah antre menunggu.

Proses pengajuan kemitraan, kata Hendro, berlangsung selama satu hingga dua minggu. "Mulai dari informasi awal, pengajuan permohonan hingga pembukaan," ucapnya. Mitra wajib membayar 80% biaya kemitraan ketika meneken kontrak. "Sisanya dibayar saat pengiriman barang," tambahnya.

Soto Jolali memberikan pelatihan standar bagi mitra. Misalnya, menyangkut cara memasak, mengolah, menyajikan, melayani konsumen, hingga pemasaran. "Pelatihan dilakukan sampai dua hari sebelum mitra buka usaha," imbuh Hendro.

Sebagai investasi, mitra cukup membayar Rp 20 juta untuk tipe gerobak atau tenda, serta Rp 30 juta tipe konter dalam ruangan. Di luar itu, ada biaya survei dan pengiriman barang. "Semakin jauh dari Surabaya, semakin mahal biayanya," ujar Hedro. Biaya pengiriman perlengkapan dagangan sebesar Rp 500.000 hingga Rp 2,5 juta. Total modal mencapai Rp 21 juta hingga sebesar Rp 33 juta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Corona, Citilink Hengkang dari Bandara Malikussaleh

Dampak Corona, Citilink Hengkang dari Bandara Malikussaleh

Whats Hot
Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Whats Hot
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Whats Hot
Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Whats Hot
Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Jalan Jalan
Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Whats Hot
Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Whats Hot
PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Travel Tips
Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Travel Tips
 Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Whats Hot
Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Whats Hot
Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X