Menggaet Laba dari Paket Komputer dan Printer

Kompas.com - 21/07/2008, 07:05 WIB
Editor

Selain makanan, ada satu bidang bisnis yang tak akan habis dimakan zaman. Bisnis yang dimaksud berhubungan dengan teknologi informasi, seperti komputer. Dari masa ke masa, bisnis ini bukan meredup, tetapi malah semakin terang.

Ada banyak cara jika Anda tertarik masuk ke bisnis ini. Bisa mulai dari usaha kecil-kecilan seperti penyewaan atau penjualan komputer, atau membuat program komputer. Tapi, jika tak mau repot membangun bisnis dari bawah, mungkin Anda perlu melongok tawaran waralaba bidang TI ini dari PT Master Centranusa Cemerlang.

Chief Executive Officer (CEO) PT Master Centranusa Cemerlang, Susanto, mengatakan, perusahaannya menawarkan beragam waralaba. Mulai dari pengisian ulang tinta printer, servis printer, sampai menjual komputer din aksesorinya. Semua lengkap dengan paket-paketnya.

Tawaran paling murah adalah paket silver. Paket ini hanya bisa menjalankan bisnis tinta isi ulang. "Investasi yang dibutuhkan paket ini sebesar Rp 50 juta," ujar Susanto.

Dengan paket silver ini, Anda bisa mendapatkan masing-masing satu unit mesin refil pengisi inkjet, satu unit mesin ultrasonic steam, pembersih carttidge inkjet, dan 10 unit mesin printer tester. Selain itu, ada juga berbagai merek dan peralatan isi ulang printer lain.

Ada juga paket master gold. Dengan mengambil paket ini, Anda bisa menjalankan bisnis isi tinta ulang sekaligus servis komputer. Anda bakal mendapat semua alat yang berhubungan isi ulang tinta, termasuk peralatan mesin untuk memperbaiki mesin printer. "Juga karyawan yang sudah terlatih memperbaiki printer," ajar Susanto. Untuk mendapatkan tawaran paket ini, Anda harus mengeluarkan modal usaha sebanyak Rp 100 juta.

Ada satu paket Iagi, yaitu master platinum dengan modal sekitar Rp 150 juta - Rp 300 juta. Dalam paket ini, Anda dapat menjual komputer dan aksesorinya dalam berbagai pilihan. Tergantung berapa duit yang mampu Anda keluarkan. Susanto mengatakan, duit yang dikeluarkan itu sudah termasuk franchise fee, promotion fee, dan mengadaan produk.

Tapi, biaya itu belum termasuk royalty fee. "Besarnya 3 persen sampai 5 persen dari omzet per bulan," ujar Susanto.

Menurut hitungan Master Tonner, biaya yang dikeluarkan saban bulan untuk karyawan, listrik, dan air sekitar Rp 2 juta.

Balik modal 18 bulan

Untuk urusan karyawan, Master Tonner akan memberikan karyawan yang sudah terlatih termasuk karyawan untuk menservis printer dari kousumen. "Kami sediakan orang-orang yang paham betul dengan teknologi printer," ujar Susanto.

Selain komponen biaya, calon terwaralaba masih harus menanggung ongkos lokasi usaha minimal seluas 16 meter persegi. Syarat lokasi yang cocok adalah berada di jalan raya utama yang bisa berbentuk ruko. "Boleh sewa atau punya sendiri," imbuh Susanto.

Susanto mengatakan, marjin untung terwaralaba paling banyak didapat daru usaha refill tinta yakni sebesar 75 persen. Selebihnya dari servis printer. "Marjin penjualan komputer cukup tipis karena persaiangannya sanga ketat," katanya.

Untuk urusan balik modal, Master Tonner sendiri menghitung bisa balik modal sekitar 12 bulan sampai 18 bulan. Tetapi, Susanto mengatakan bahwa seringkali modal terwaralaba sudah balik kurang dari prediksi waktu itu. "Dalam waktu 10 bulan, beberapa terwaralaba sudah bisa balik modal," ujar Susanto.
Susanto sudah merintis usaha ini sejak tahun 1998 daru usaha isi tinta ulang rumahan. Perlahan bisnisnya mulai berkembang dan berkeinginan membuka cabang. Sayangnya ia etrbentur modal. Makanya ia lantas menawarkan sistem waralaba mulai tahun 2007.

Sampai sekarang Master Tonner sudah memiliki 10 terwaralaba yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Pekanbaru, dan Papua. Master Tonner pasang target setiap tahun membuka 10 gerai baru. "Syarat bagi peminat waralaba ini harus mempunyai keinginan serius menjalankan bisnis ini," ujar Susanto.

Susanto masih yakin bisnis printer dan komputer akan terus berkembang. Pasalnya, permintaan bisnis ini bukan hanya datang dari konsumen ritel. Tetapi juga bisa datang dari konsumen korporat.

Susanto bilang, persaingan bisnis penjualan komputer, penjualan dan servis printer, serta tinta isi ulang memang ketat. Tetapi penyedia layanan lengkap se[erti ini masih terbatas. "Biasanya kan usaha ini hanya menyediakan layanan tinta isi ulang," ujarnya. (Lamgiat Siringoringo)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X