Empat Industri Terbukti Cemari Kali Surabaya

Kompas.com - 13/11/2008, 20:53 WIB
Editor

SURABAYA, KAMIS — Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel limbah cair oleh Laboratorium Perum Jasa Tirta I, terdapat dua industri rumah tangga dan dua pabrik di sepanjang Kali Surabaya dan Kali Tengah yang membuang limbah berbahaya. Tim gabungan pengendalian limbah Kali Surabaya akan segera memberikan peringatan keras kepada empat industri tersebut.

"Tingkat pencemaran tinggi dihasilkan dua industri rumah tangga pencucian kain di Desa Kedung Klintir dan Desa Wonorejo, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) di dua industri tersebut 180 miligram per liter padahal kadar normal hanya 50 miligram per liter. Sedangkan kadar COD (Chemical Oxygen Demand) 950 miligram per liter, lebih tinggi dari kadar normal 150 miligram per liter," kata Wakil Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air IV Perum Jasa Tirta I (PJT I) Syam, Kamis (13/11) di Surabaya.

Sementara itu, dua pabrik, yaitu PT Sura baya Agung Kertas dan PT Wings Surya juga positif membuang limbah cair yang tak memenuhi standar baku. Limbah cair kedua industri ini melebihi baku mutu air, baik dari sisi BOD, COD, maupun kadar zat padat yang tersuspensi di dalam air. "Dua industri lain yang kemarin ikut diambil sampel limbahnya, yaitu PT Adi Prima Surya Printa dan PT Miwon tak mengandung limbah berbahaya. Limbah kedua industri ini masih memenuhi standar baku mutu air," kata Syam.

Hasil uji laboratorium tersebut merupakan langkah dari pa troli air yang dilakukan tim gabungan pengendalian limbah kali Surabaya. Tim tersebut terdiri dari Bapedal Provinsi Jawa Tiur, Polwiltabes Surabaya, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Surabaya, LSM Konsorsium Lingkungan Hidup, dan Divisi Jasa Air da n Sumber Air IV PJT I.

"Bulan ini tim gabungan akan memberikan pembinaan dan sosialisasi. Namun jika pembuangan limbah berbahaya tetap berlangsung maka tim segera mengambil tindakan berupa penutupan instalasi pengolahan limbah serta pembongkaran saluran lim bah yang berada di sepanjang bantaran sungai," kata Koordinator Konsorsium Lingkungan Hidup Imam Rohani.

Menurut Imam, hukum terhadap pelanggaran pembuangan limbah di sungai sudah jelas tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Namun demikian, tindakan tegas pada para pelanggar jarang diterapkan.

Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air IV Perum Jasa Tirta I (PJT I) Widyo Parwanto mengatakan, di sepanjang anak Kali Surabaya yaitu Kali Tengah terdapat sekitar 19 industri. Sedangkan, di sepanjang Kali Surabaya terdapat 92 industri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini langkah yang dilakukan PJT I untuk mengurangi beban limbah hanyalah melakukan pengenceran. Saat kadar limbah berlebih, debit air di hulu sungai yang biasanya hanya 18 meter kubik per detik kami tambah menjadi 40 meter kubik per detik. Karena itu, peringatan keras pada pelaku industri harus dilakukan.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.