Limbah Industri di Kali Surabaya Mengkhawatirkan

Kompas.com - 27/11/2008, 04:33 WIB
Editor

SURABAYA, KAMIS - Beban pencemaran limbah Kali Surabaya didominasi limbah domestik sekitar 60 persen sedangkan 40 persen lainnya limbah industri. Namun demikian, limbah industri dinilai lebih berbahaya meskipun nilai kuantitasnya lebih kecil dibandingkan limbah domestik.

Demikian diungkapkan Anggota Tim Peneliti Kali Surabaya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Ali Masduqi, Rabu (26/11) di sela Sosialisasi Patroli Air di Surabaya. "Limbah domestik lebih mudah dan cepat terurai secara alami. Namun limbah industri yang sebagian besar mengandung logam berat sulit terurai dan membahayakan kesehatan," ujarnya.  

Beban limbah industri khususnya pada biochemical oxygen demand (BOD) di sepanjang Kali Surabaya mencapai 25.336, 54 kilogram per hari. Sedangkan limbah chemical oxygen demand (COD) mencapai 61.017,29 kilogram per hari.  

Sementara itu, beban BOD pada pencemaran limbah domestik mencapai 65.496,69 kilogram per hari dan beban COD limbah domestik 170.077,89 kilogram per hari.

Menurut Ali, situasi ini tidak sebanding dengan daya tampung beban pencemaran Kali Surabaya yang seharusnya hanya 29.860,06 kilogram per hari untuk BOD dan 40.446,86 kilogram per hari untuk COD. "Pemerintah hendaknya memperhatikan daya tampung Kali Surabaya dalam penyusunan tata ruang wilayah. Dengan demikian, jumlah beban pencemaran di Kali Surabaya dapat dibatasi dengan tegas," ujarnya.

Sulit diawasi

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Provinsi Jawa Timur Dewi J Putriatni mengungkapkan, penekanan pencemaran limbah di Kali Surabaya sulit diawasi karena pelaku kadang mencari kesempatan untuk membuang limbah. "Beberapa industri membuat pipa-pipa pembuangan limbah terselubung. Waktu pembuangan limbah juga diatur, seperti saat hujan, hari libur, atau malam hari," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengatasi permasalahan ini, patroli air secara mendadak terus dilakukan. Tim patroli air yang antara lain terdiri dari Bapedal Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, Polwiltabes Surabaya tersebut menyisir sepanjang Kali Surabaya untuk memantau pembuangan limbah industri.

Sementara itu, untuk menangani limbah domestik Bapedal Provinsi Jawa Timur membuat empat unit tempat pengolahan limbah. Tahun depan, akan ditambah 12 unit tempat pengolahan limbah domestik di sepanjan Kali Surabaya.  

Wakil Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air IV Perum Jasa Tirta I Achmad Syam menambahkan, patroli air tahap I menemukan dua industri rumah tangga dan dua pabrik di sepanjang Kali Surabaya dan Kali Tengah membuang limbah berbahaya. "Dua saluran limbah industri rumah tangga dibongkar langsung dan satu industri kini menjalani penyidikan di Polwiltabes Surabaya," tuturnya.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 1997 tentang lingkungan, pelaku pencemaran air sungai terancam dikenai sanksi pidana penjara enam tahun dan denda sebesar Rp 350 juta. Namun demikian, persoalan yang lebih mendesak adalah pembuangan limbah di sepanjang Kali Surabaya harus dihentikan karena sungai ini menjadi konsumsi utama masyarakat di sepanjang Gresik, Mojokerto, hingga Surabaya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Travel Update
Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Jalan Jalan
7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

Jalan Jalan
Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Travel Update
Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Travel Promo
5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X