Nikmatnya Nasi Kapau di Senen...

Kompas.com - 27/02/2009, 11:11 WIB
Editor

Rumah makan masakan Padang memang tak terhingga jumlahnya di Jakarta. Namun bagi pecinta masakan Padang yang fanatik, nasi padang Kapau yang berada di Jalan Kramat Raya, Senen tak ada lawannya. Banyak menu yang bisa dipilih, tapi sebaiknya datang malam karena deretan rumah makan nasi kapau Senen baru buka menjelang petang.

Saat senja baru beranjak, saat itulah biasanya para pedagang nasi kapau mulai sibuk membenahi area jualannya. Mereka memasang tiang besi penopang tenda, meja, dan kursi. Sementara, pelayan wanita sibuk menyiapkan menu yang dijejer di meja panjang yang ada di bawah tenda.

Keberadaan warung nasi Kapau  di Jalan Kramar Raya memang bukan hal yang baru. Sejak tahun 1974 mereka sudah ada. Tapi kala itu jumlah pedagang yang ada tidak sebanyak saat ini. Beruntung, jika banyak pedagang bertenda yang ditertibkan oleh pemda DKI, maka pedagang pedagang nasi kapau di sini justru dilestarikan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus)  justru memfasilitasi pedagang agar gerobak jualannya lebih apik dan memberi tenda yang bisa dibongkar pasang. Sebelumnya, pedagang hanya menggunakan peralatan seadanya, dengan menggunakan gerobak dorong atau menggelar dagangan secara lesehan di trotoar.

Kini, bisa dibilang kumpulan pedagang nasi kapau di sana menjadi wisata kuliner andalan Kecamatan Senen. Jumlah pedagang makin bertambah. Pada tahun 1980 sekumpulan pedagang diarahkan menjadi satu komunitas wisata kuliner di pusat kota Jakarta, dan di kelola oleh Dinas UKM DKI Jakarta. Saat itu terdapat 39 pedagang nasi kapau yang dibina.

Nah, siapa pelanggannya? Biasanya, usai bergelut dengan aktivitasnya selama seharian biasanya sejumlah pekerja menyempatkan mampir di warung tenda nasi kapau. Keramahan pedagang menjadi kenyamanan tersendiri saat melahap aneka masakan yang disediakan. Tak hanya itu, lagu lawas yang dinyanyikan musisi jalanan pun dapat dijadikan teman bersantap.

Ya. Banyak pilihan menu masakan Padang dalam memanjakan lidah pengunjung yang datang. Sebut saja lemang bakar, nasi kapau, tambusu, ikan balado, ayam bakar dan ikan bakar, gulai kikil atau gulai tunjang, bebek goreng cabai hijau, bubur kampiun, dan masakan khas Sumatera Barat.

Cara penyajiannya pun menggugah selera. Seluruh masakan ditata sedemikian rupa sepanjang meja. Tak hanya itu, para pedagang selalu melakukan invosi terbaru masakan dalam memanjakan lidah pengunjung.

Seperti yang dilakukan oleh Haji Nazir, pemilik warung nasi kapau Sabana-bana asal Bukit Tinggi, Sumetera Barat ini. Ada menu spesial yang tak ada di warung nasi kapau lain yakni, usus telor. Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp 8.000, pengunjung dapat menyantap lezatnya usus telor.

Usus telor, menurut Haji Nazir, begitu lezat disantap bersama dengan nasi putih ataupun lemang yang diberi cabai hijau. Jika ingin mendapatkan kepuasan dalam mencicipi masakan inovasi warung Sabana-bana ini, pengunjung dapat juga mencampurnya dengan urap dan ikan bilis balado. Ehm, dapat dibuktikan rasanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X