Lapindo, Mana Janjimu?

Kompas.com - 18/03/2009, 19:39 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak janji yang telah dikeluarkan oleh PT Minarak Lapindo Jaya. Namun, hingga dua tahun lumpur tersebut menggenang di Surabaya, belum ada satu janjipun yang teralisasi. Para korban pun sudah tidak memercayai lagi janji dari pihak Lapindo. Demikian dikatakan oleh Taufik Basari, Ketua Pengurus LBH Masyarakat, di Jakarta, Rabu (18/3).

"Dari awal lumpur tersebut menyembur, Lapindo berjanji akan menangani kasus itu. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya," kata Taufik.

Menurut Taufik, saat harus membayar kompensasi, pihak Lapindo berkelit dengan berbagai alasan. Taufik melanjutkan, janji lain yang diingkari oleh Lapindo adalah janji untuk memberikan informasi kepada korban. Lapindo pernah berjanji akan memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat ke mana lumpur tersebut akan menyebar.

"Namun, di lapangan, kenyataannya beda lagi, masyarakat tidak mendapat informasi mengenai itu. Ketika lumpur 'menyerang' permukiman mereka, warga tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka," ujar Taufik.

Dengan begitu, masyarakat jadi ragu-ragu apakah daerah mereka akan terkena semburan lumpur atau tidak, dan mengenai informasi apa yang selanjutnya akan terjadi tidak juga diinformasikan kepada masyarakat.

Pihak Lapindo juga pernah berjanji akan memperlakukan para pengungsi dengan baik. "Awalnya memang iya, tapi selanjutnya pengungsi tidak diperhatikan lagi. Mereka bahkan pernah mendapat jatah nasi basi," terang Taufik.

Janji ganti rugi juga dipelintir sedemikian rupa, bukannya ganti rugi, malah menjadi jual-beli. Korban harus menyerahkan surat-surat tanah mereka untuk mendapatkan ganti rugi. Padahal, menurut Taufik, untuk mendapatkan ganti rugi, para korban lumpur cukup menyerahkan bukti. "Itu sama saja jual-beli, yang diganti hanya tanah dan bangunan, padahal korban juga kehilangan barang-barang, pekerjaan, bahkan kehidupan normal," ujarnya.

Bahkan, Taufik menambahkan, Lapindo mengingkari janji mereka yang dibuat di depan aparat yang berwenang. "Waktu itu ada pertemuan antara pihak Lapindo, Komnas HAM, Perwakilan Departemen Pekerjaan Umum, dan beberapa aparat terkait. Pihak PU memerintahkan Lapindo untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. Saat itu mereka menyanggupi, tapi tidak ada realisasinya di lapangan," papar Taufik.

Selain itu, Taufik melanjutkan, pada pertemuan tersebut, pihak Badan Pertanahan Nasional menjelaskan kalau girik dapat disamakan dengan sertifikat tanah sehingga bisa digunakan untuk hak jual-beli. "Walaupun tidak mengiyakan, tapi mereka telah mendengar dari penguasa, kok di lapangan tidak diterapkan. Masih meminta sertifikat," terang Taufik.

Desember lalu, Lapindo berjanji akan memberikan angsuran ganti rugi kepada para korban sebesar Rp 15 juta setiap bulan. "Tapi masyarakat sudah tidak ada yang percaya lagi. Sudah terlalu sering dijanjikan kosong," tambah Taufik. (C5-09)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.