Mamukur dan Megibung di Bali

Kompas.com - 28/08/2009, 11:00 WIB
Editor

Minggu lalu, saya diundang keluarga besar Gusti Arya Kubontubuh-Kuthawaringin untuk menghadiri upacara mamukur bagi para leluhur mereka. Menurut undangan yang saya terima, dijelaskan bahwa Puncak Karya Mamukur adalah tahapan upacara tertinggi setelah ngaben (kremasi atau pembakaran jenazah). Karena sudah beberapa kali ikut ngaben, tetapi belum pernah sekalipun menghadiri upacara mamukur, maka saya sempatkan datang memenuhi undangan tersebut.

Pengemudi taksi yang mengantar saya ke Desa Pesangkan di Kabupaten Karangasem mengatakan bahwa di Bali upacara mamukur sudah semakin jarang diselenggarakan. Menurutnya, mamukur berasal dari kata bhu (alam) dan ur (atas). “Karena keluarga kami orang tidak mampu, beberapa tahun yang lalu kami baru sanggup melakukan mamukur massal untuk arwah leluhur tujuh turunan di atas kami,” katanya. Ungkapannya yang jujur itu memberi gambaran bahwa sesungguhnya biaya untuk melakukan mamukur bisa jauh lebih mahal daripada upacara ngaben.

Sekalipun mahal, mamukur adalah upacara sakral yang menjadi kewajiban penganut Hindu Bali. Dalam ajaran agama ini, setiap orang mempunyai utang kepada Sang Hyang Widi Wasa, Guru, dan Leluhur. Pemahaman ini melahirkan sebuah kewajiban suci yang disebut Pitra Yadnya. Karena itu, ketika orang tua meninggal, maka anak-anak berkewajiban menyelenggarakan ngaben dan kemudian mamukur – keduanya merupakan bagian dari rangkaian upacara penyucian atma (roh).

Dalam kepercayaan Hindu Bali, atma adalah percikan Sang Pencipta di dalam tubuh manusia yang tidak akan pernah mati. Ketika manusia hidup, atma melekat pada badan wadag (kasar). Tetapi, ketika manusia mati, atma-nya masih melekat pada badan halus (suksma sarira) yang tidak kasat mata. Atma dan suksma sarira ini masih memiliki sifat-sifat dan keinginan manusiawi. Upacara mamukur adalah penyucian atma agar terlepas dari suksma sarira, dan menjadi roh suci (dewa pitara) yang menyatu dengan Sang Hyang Widi Wasa.

“Sesudah di-aben, suksma sarira bisa keluar-masuk pura bahkan rumahnya yang dulu, tanpa kita dapat melihatnya. Setelah mamukur, karena sudah suci dan terbebas dari badan halus, dewa pitara dapat menitis ke dalam badan wadag cucu atau cicitnya yang baru lahir,” begitu penuturan pengemudi taksi yang ternyata sangat memahami keagamaan.

Dengan kata lain, upacara ngaben untuk melepaskan roh dari badan kasar, sedangkan mamukur untuk melepaskan roh dari badan halus dan menjadi roh suci – puncak kesempurnaan dalam siklus hidup manusia.

Dalam puncak karya mamukur, tidak ada lagi jenazah karena sudah di-aben beberapa waktu sebelumnya. Karena itu dibuatkan simbol-simbol badan halus yang akan diprosesi. Upacara mamukur yang saya hadiri di Desa Pesangkan itu sekaligus untuk 36 roh dari keluarga besar (dadya) Kubontubuh-Kuthawaringin. Setelah melalui berbagai upacara pendahuluan yang sangat njelimet, ke-36 simbol roh itu dikelilingkan bersama seekor lembu putih mengitari payadnyan atau stana, simbol rumah bagi roh. Ini melambangkan perjalanan roh dengan menunggang Nandini.

Setelah semua simbol-simbol roh ditempatkan di stana, pada tengah malam dilakukan upacara pembakaran simbol-simbol itu. Keesokan harinya, abu diantar ke laut untuk dilarung. Maka, tuntaslah sudah upacara mamukur yang sakral itu.

Megibung

Tentu saja, karena lamanya prosesi mamukur, maka pada saat-saat tertentu diadakan jeda makan bagi semua peserta upacara. Karena Desa Pesangkan merupakan bagian Kabupaten Karangasem, tentu pula acara makan bersamanya memakai tradisi megibung yang sangat khas Karangasem. Megibung adalah collective meal atau communal meal yang sangat mirip dengan cara makan bersama orang Arab, yaitu empat hingga enam orang mengelilingi satu talam berisi nasi dan lauk-pauk, dan kemudian disantap bersama.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.