Lamang jo Tapai

Kompas.com - 01/10/2009, 09:06 WIB
Editor

Di bulan Ramadhan yang lalu, JS-er Tigun Wibisana di Penang, Malaysia, berbagi di milis tentang pengalaman makan lemang di Kelantan. Tigun adalah adik saya, beda usia delapan tahun. Dia menceritakan betapa pulennya si lemang yang dimakan dengan kari sapi gurih. Kelantan di Malaysia memang sangat terkenal dengan lemang-nya, khususnya di bulan Ramadhan. Banyak penjual lemang di tepi-tepi jalan antarkota, sehingga kita dapat singgah untuk mencicipinya sambil melihat lemang-lemang yang sedang dibuat dan dibakar.

Lho, tetapi, lemang ‘kan ada di Ranah Minang juga? Tigun memang masih terlalu kecil ketika kami tinggal di Padang. Padahal, kakak-kakaknya ketika itu sudah punya tradisi membakar lemang di kepanduan pada perkemahan menjelang Ramadhan. Sambil berapi unggun, lemang kami bakar, dan sesudah matang kami makan dengan gembira. Di masa itu, sekolah libur sepanjang bulan Ramadhan. Jadi, api unggun itu juga semacam farewell karena kami akan jarang berjumpa dalam sebulan ke depan.

Lemang – atau lamang dalam logat Minang – memang adalah tradisi Ramadhan, sekalipun tetap dapat dinikmati sepanjang tahun. Sebulan sebelum Ramadhan biasanya disebut sebagai bulan Malamang – yaitu saatnya membuat lemang secara massal. Biasanya satu kampung membuat lemang bersama-sama, lalu menjelang matang, kaum laki-laki melakukan acara mandoa (berdoa bersama). Sambil berdiri mereka menyeru Allahuakbar berulang-ulang, kepala menggeleng ke kiri dan ke kanan. Banyak yang sampai trance ketika melakukan ini. Setelah itu, mereka menyantap lemang beramai-ramai. Tradisi penyucian ini dilakukan agar umat siap memasuki bulan seribu bulan.

Seperti Anda telah ketahui, orang Minang paling suka menyantap lemang dengan tape dari ketan hitam yang sangat manis. Menjelang Idul Fitri, di mana-mana kita melihat para perantau Minang berjualan lamang jo tapai ini di seluruh pelosok Tanah Air.

Di Tebingtinggi, Sumatra Utara, saya lihat banyak orang berjualan lemang di pasar. Di sana, biasanya lemang dimakan dengan srikaya (dibuat dari telur bebek dan gula pasir, lalu dikukus menjadi adonan kental). Di samping itu, banyak orang makan lemang dengan rendang atau dengan gulai. Hmm, sungguh pengalaman makan yang sangat unik.

Hampir semua penjual lemang di Pasar Tjong A Fie, Tebingtinggi, adalah perantau dari Sumatra Barat. Di gerobaknya selalu ditulis “lemang batok”. Lucunya, tidak seorang pun tahu kenapa disebut lemang batok. Saya menduga bahwa  penamaan itu karena lemangnya dibakar dengan arang dari batok (tempurung) kelapa. Smokiness-nya jadi beda dibanding dengan yang dibakar dengan kayu bakar biasa – seperti yang jamak dilakukan di Sumatra Barat.

Nasi Jaha

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi, lemang tidak hanya ada di Sumatra. Di Bumi Minahasa juga ada. Cara memasaknya sama, tetapi ditambahi jahe (= jaha dalam bahasa daerah). Karena ada tambahan jahe inilah maka lemang di Sulawesi Utara sana disebut nasi jaha. Kenapa disebut nasi? Bahannya ‘kan bukan beras, melainkan ketan? Ah, karena saya lupa menanyakannya kepada orang Manado, maka Anda saja yang tanya, ya?

Nasi jaha bisa dimakan sebagai snack. Kalau Anda mampir ke rumah kopi di Manado, pasti ada nasi jaha, lalampa, dan kopi-kopi (semacam kue mangkok), yang bisa dikudap sambil menyeruput kopi. Tetapi, yang lebih umum, nasi jaha diperlakukan sebagai nasi dan dimakan dengan lauk-pauk.

Seperti di Tebingtinggi, orang Sulawesi Utara pun membakar nasi jaha dengan arang dari tempurung kelapa. Orang-orang dari Pulau Sangir, salah satu dari Kepulauan Sangihe Talaud yang terletak di bibir Samudra Pasifik, juga membuat nasi jaha dengan cara pembakaran yang sama. Di Sangir, nasi jaha lebih umum disebut bahundak.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pameran Harry Potter Bakal Diadakan di Sejumlah Negara Tahun 2022

Pameran Harry Potter Bakal Diadakan di Sejumlah Negara Tahun 2022

Travel Update
Daftar 5 Desa Wisata Maju Terbaik versi ADWI 2021, Ada Desa Wisata Ngilngof

Daftar 5 Desa Wisata Maju Terbaik versi ADWI 2021, Ada Desa Wisata Ngilngof

Jalan Jalan
Pesona 5 Desa Wisata Rintisan Terbaik Versi ADWI 2021

Pesona 5 Desa Wisata Rintisan Terbaik Versi ADWI 2021

Jalan Jalan
Jepang Tambah 4 Negara yang Masuk Aturan Ketat Karantina

Jepang Tambah 4 Negara yang Masuk Aturan Ketat Karantina

Travel Update
Waktu Terbaik Berburu Tiket Pesawat dan Hotel Murah, Simak agar Hemat

Waktu Terbaik Berburu Tiket Pesawat dan Hotel Murah, Simak agar Hemat

Travel Tips
Cara dan Tips Mengisi eHAC Lewat PeduliLindungi Sebagai Syarat Wajib Perjalanan

Cara dan Tips Mengisi eHAC Lewat PeduliLindungi Sebagai Syarat Wajib Perjalanan

Travel Tips
5 Cara Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19 Omicron Saat Traveling

5 Cara Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19 Omicron Saat Traveling

Travel Tips
 Jerman Hapus Thailand dari Daftar Negara Berisiko Tinggi Covid-19

Jerman Hapus Thailand dari Daftar Negara Berisiko Tinggi Covid-19

Travel Update
Stasiun LRT Ampera di Palembang Terapkan Pembayaran Non-tunai

Stasiun LRT Ampera di Palembang Terapkan Pembayaran Non-tunai

Travel Update
9 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Hotel yang Sering Digunakan Tamu 

9 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Hotel yang Sering Digunakan Tamu 

Travel Tips
Somerset Sudirman Resmi Dibuka, Harga Kamar Mulai Rp 700.000

Somerset Sudirman Resmi Dibuka, Harga Kamar Mulai Rp 700.000

Travel Update
Kesejukan Telaga Kemuning di Tengah Hutan Bunder Gunungkidul

Kesejukan Telaga Kemuning di Tengah Hutan Bunder Gunungkidul

Jalan Jalan
Wings Air Buka Rute Manado-Balikpapan PP, Harganya Rp 1,4 Jutaan

Wings Air Buka Rute Manado-Balikpapan PP, Harganya Rp 1,4 Jutaan

Travel Promo
5 Tips Memotret Pemandangan dari Kabin Pesawat agar Hasilnya Optimal

5 Tips Memotret Pemandangan dari Kabin Pesawat agar Hasilnya Optimal

Travel Tips
Daftar Negara Berisiko Tinggi Sebarkan Covid-19 Menurut CDC

Daftar Negara Berisiko Tinggi Sebarkan Covid-19 Menurut CDC

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.