Bo-Kaap, Bagian Sejarah Indonesia

Kompas.com - 29/07/2010, 02:16 WIB
EditorHery Prasetyo

"Salamat datang!" lanjutnya, yang maksudnya selamat datang.

"Mungkin saya keturunan Indonesia. Saya tak tahu. Yang saya tahu, saya orang Afrika Selatan," kata Fatima, salah seorang pelayan Restauran Bismiellah.

Salah satu bukti keberadaan Indonesia adalah makam Imam Abdullah Kadi Abdus Salaam. Dia berasal dari Tidore, Maluku, Indonesia.

Imam Abdullah adalah salah satu tahanan politik semasa VOC menjajah Indonesia. Dia adalah pangeran Kerajaan Tidore. Dia dibuang Belanda ke Cape Town pada 1780. Dia juga pernah ditahan di Robben Island. Di pulau buangan itu, dia menulis banyak buku tentang Islam dan surat-surat dalam Al Quran, dengan mengandalkan daya ingatnya.

Buku-bukunya menjadi referensi utama Muslim di Cape Town sampai abad ke-19. Pengaruhnya juga sangat kuat. Dia juga membangun sekolah Islam pertama di Bo-Kaap, mengambil murid dari anak-anak para budak dan anak-anak kulit hitam. Maka, dia dijuluki Tuan Guru.

Julukan itu sendiri memakai bahasa Indonesia. Dan, orang Cape Town sampai sekarang tetap menyebutnya Tuan Guru. Dia juga salah satu tokoh besar yang dihormati warga Cape Town. Salah satu dari tiga imam besar yang pernah ada di Bo-Kaap. Dua imam besar lainnya adalah Tuan Nuruman dan Tuan Sayed Alawie. Hanya saja, Sayed Alawie berasal dari Yaman. Dia terkenal karena propaganda di kalangan para budak untuk melawan perbudakan.

Warga Cape Town yang cukup tahu Indonesia, Karim, langsung membawa Kompas.com ke Bo-Kaap. "Kamu orang Indonesia, harus ke Bo-Kaap. Ini tempat perbudakan pertama dan banyak orang Indonesia dibawa ke daerah ini. Siapa tahu, Anda akan banyak bertemu keturunan Indonesia," katanya.

Namun, faktanya sulit. Sebab, sebagian orang sudah tak bisa menelusuri silsilah keluarganya. Mereka kadang hanya mengira-ngira mungkin punya darah Indonesia.

Meski begitu, pengaruh Indonesia di Bo-Kaap tetap terasa. Selain ada makam Tuan Guru, juga banyak bahasa Indonesia yang masih bertahan di Bo-Kaap.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

    Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

    Whats Hot
    Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

    Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

    Whats Hot
    Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

    Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

    Whats Hot
    Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

    Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

    Whats Hot
    Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

    Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

    Jalan Jalan
    Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

    Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

    Whats Hot
    Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

    Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

    Whats Hot
    PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

    PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

    Whats Hot
    Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

    Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

    Whats Hot
    Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

    Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

    Travel Tips
    Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

    Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

    Travel Tips
     Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

    Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

    Whats Hot
    Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

    Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

    Whats Hot
    Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

    Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

    Jalan Jalan
    Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

    Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

    Whats Hot
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X