Jukut Nangka Hanya Ada di Ubud

Kompas.com - 12/08/2010, 08:04 WIB
EditorIgnatius Sawabi

GIANYAR, KOMPAS.com — Warung makan Teges di perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menyajikan sayur khas masakan Bali, jukut nangka, yang sangat diminati masyarakat dan wisatawan.       "Jukut nangka disajikan seperti layaknya rawon dengan menggunakan olahan berbagai jenis penyedap rasa (base genap) dicampur daging ayam," kata pemilik dan pengelola warung tersebut, Dewa Ade Rupini, Kamis (12/8/2010).       Wanita yang akrab disapa Bu Desak itu mengaku, pihaknya juga siap melayani konsumen atau pesanan untuk berbagai jenis masakan khas Bali.       Sayur jukut nangka masakan khas Bali biasanya dibuat oleh masyarakat Bali menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, hari raya besar umat Hindu dalam memperingati Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), yang jatuh setiap enam bulan sekali.       "Kini, masakan khas Bali itu bisa dinikmati setiap hari di warung makan Teges," ujar Dewa Rupini.       Dalam menyajikan sayuran khas jukut nangka, pihaknya melengkapi hidangan nasi dengan ayam goreng, lawar Bali, dan bumbu lainnya.          "Konsumen yang sempat menikmati hidangan di sini biasanya akan datang lagi bersama keluarga atau temannya untuk menikmati sajian yang sama," ujarnya.       Wanita yang berjualan nasi khas Bali sejak 50 tahun silam itu mengatakan, dari segi harga jukut nangka bisa dijangkau oleh masyarakat, yakni Rp 15.000 per porsi.       Warung yang cukup dikenal masyarakat Ubud itu juga menyediakan jenis menu lainnya, antara lain sate lilit, daging bakar dibungkus daun (pesan), serta sambal matah khas Bali.       "Hidangan ini kami sajikan tergantung permintaan dari pembeli," jelasnya. Rupini menjelaskan, setiap hari melayani tidak kurang dari 300 orang, termasuk wisatawan mancanegara yang sedang menikmati liburan di Ubud.       Warung tersebut berlokasi hanya beberapa meter di sebelah utara Museum Rudana, di perkampungan seniman Ubud.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.