Berdamai dengan Masa Kanak-kanak

Kompas.com - 21/08/2010, 22:41 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh: Antony Lee

Malam itu tiap pengunjung diajak menembus batas imajinasi di sekeliling Istana Putri Tidur, di Hong Kong Disneyland Resort. Langit gelap dilukis warna-warni kembang api serta diiringi lagu-lagu tema kartun Disney yang menghangatkan suasana malam.

Keceriaan itu mengajak ribuan pasang mata yang menyaksikan atraksi penutup di Hong Kong Disneyland Resort sejenak kembali ke masa kanak-kanak. Saat hari-hari diisi kisah kartun Disney. Ingatan pengunjung langsung digugah lewat lantunan ”A Whole New World,” lagu tema kartun Aladdin yang terkenal tahun 1990-an.

Bersama itu, perlahan semburat kembang api di sekeliling istana itu berpendar. Lalu saling berkejaran mengikuti melodi lagu. Setelah ”Aladdin”, disusul ”Cinderella”, ”Mulan”, dan ”Beauty and the Beast”. Selama lima belas menit sejak pukul 21.00, ribuan orang yang memadati Main Street USA, koridor menuju Istana Putri Tidur, seolah terpaku. Tak ada satu orang pun yang beranjak hingga kembang api terakhir memudar ditelan gelap malam.

Sugiarto (50), warga Jakarta Selatan, termasuk yang menikmati imajinasi itu, Sabtu (31/7/2010) malam. Baru kali itu ia mengunjungi Hong Kong Disneyland Resort dan, bersama istri, ia khusus datang untuk menyaksikan fantasi kembang api. ”Kami enggak ikut permainan apa-apa. Dari pukul 17.00, hanya berkeliling menikmati suasana sambil menunggu kembang api,” tuturnya.

Kompas bersama sejumlah pekerja media dan pesinetron Nikita Willy serta keluarganya berkesempatan menikmati pemandangan indah itu sebagai salah satu rangkaian acara atas undangan manajemen Hong Kong Disneyland Resort. Kami berada di Hong Kong Disneyland Resort selama tiga hari sejak Jumat siang. Selain menyaksikan kembang api, kami juga diajak menikmati aneka fantasi serta bersentuhan langsung dengan dunia ciptaan Walt Disney.

Menurut Law Chi Ho, Ambassador Hong Kong Disneyland, taman hiburan keluarga itu dibagi menjadi empat tema wilayah, yakni Main Street USA yang menunjukkan kota kecil pada awal abad-20 di Amerika Serikat. Adventureland, menyajikan misteri di belantara rimba Afrika dan Asia, serta Fantasyland, paparan imajinasi yang memungkinkan pengunjung merasakan kisah-kisah Disney menjadi nyata. Selain itu, ada pula Tomorrowland yang bertema kapal angkasa intergalaksi yang menyajikan fiksi ilmiah serta petualangan luar angkasa.

Dibuka 2005

Hong Kong Disneyland Resort yang dibuka tahun 2005 di Pulau Lantau, dengan luas sekitar 250 hektar, merupakan Disneyland termuda. Namun, posisinya terbilang paling dekat untuk kawasan Asia Tenggara ketimbang Disneyland di Tokyo (Jepang) ataupun di Anaheim, California, Amerika Serikat.

Selain didukung kemudahan dari Pemerintah Hongkong yang memberikan bebas visa kunjungan selama 30 hari bagi wisatawan, Hong Kong Disneyland Resort memperkuat daya pikatnya dengan konsep, detail di setiap wahana, serta sentuhan personal bagi pengunjung. Meski sebagian wahana permainan di kawasan ini bisa dijumpai pula di Dunia Fantasi di Indonesia, tetapi pengelola Disneyland mampu mengembuskan “roh” ke dalamnya.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.