Penjor Hiasi Kawasan Nusa Dua

Kompas.com - 14/10/2010, 17:50 WIB
EditorJodhi Yudono

DENPASAR, KOMPAS.com--Ratusan "penjor" atau hiasan janur pada sebatang bambu akan menghiasi kawasan wisata Nusa Dua, Bali, pada Jumat (15/10) serangkaian kegiatan "Nusa Dua Fiesta" 2010.

Ketua Umum Panitia NDF 2010, I Gusti Ketut Purnaya di Nusa Dua, Kamis mengatakan, penjor yang nantinya berjejer di sepanjang jalan menuju Pulau Peninsula adalah hasil kreativitas dari masing-masing hotel di kawasan wisata internasional tersebut.

"Penjor yang dibuat oleh hotel itu akan dilombakan, dan penjurian dilakukan lembaga independen, sehingga hasil penilaiannya akan sangat obyektif," kata lelaki asal Kerambitan, Kabupaten Tabanan itu.

Dikatakan, penjor yang dilombakan tersebut sudah terpacang pada Jumat pagi pukul 06.30 Wita. Selanjutnya tim juri akan melakukan penilaian.

"Penilaian untuk penjor, antara lain ketinggian batang bambu yang dipakai harus serasi dengan hiasan janur yang terpasang, serta pembuat mampu menuangkan ide kreativitasnya," ucap dia.

Ia mengatakan, penjor yang dilombakan tentu ada perbedaan dengan penjor untuk kegiatan ritual keagamaan. Salah satunya, pada penjor untuk lomba tidak berisi "sanggah ardha chandra" (tempat sejajen).

"Lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali. Kami ingin menunjukkan kepada wisatawan bahwa karyawan di lingkungan hotel selain mampu memberikan pelayanan kepada tamu, juga di sisi lain mereka masih sempat meluangkan waktu membuat penjor," katanya.

Purnaya yang juga Direktur Operasional BTDC mengatakan, kegiatan lomba penjor ini digelar pada setiap pelaksanaan NDF yang berlangsung setahun sekali.

"Lomba penjor ini sudah menjadi agenda rutin dalam setiap kegiatan NDF. Dan hasilnya cukup mendapat perhatian wisatawan yang sedang berlibur di Pulau Dewata," katanya.

Dikatakan, lomba penjor ini adalah menjadi bagian dari kegiatan yang telah diprogramkan pada NDF yang akan berlangsung selama lima hari hingga Selasa (19/10) mendatang.

Ia mengatakan, pada agenda tahunan yang diselenggarakan oleh PT Pengembangan Pariwisata Bali (Bali Tourism Development Corporation/BTDC) itu, secara garis besar ada empat program yang akan digelar, yaitu art culture (seni budaya), sport (olahraga), fun (acara bergembira/permainan) dan exhibition (pameran).

Untuk pementasan seni budaya tersebut akan menghadirkan berbagai tarian dan musik dari masing-masing peserta provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia serta mancanegara.

"Tarian yang sudah memastikan diri akan tampil dalam ajang tahun tersebut, antara lain tari saman dan tari perut (belly dance) massal asal Turki, Timur Tengah," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.