Keajaiban Kuliner Bocuse

Kompas.com - 07/11/2010, 14:01 WIB
EditorHeru Margianto

Hidup itu kelewat pendek. Tak perlulah terlalu pusing dengan masalah diet. Makanan untuk berdiet tak ubahnya opera tanpa orkestra.... (Paul Bocuse)

Myrna Ratna

Bagi sebagian besar orang Perancis, makan tak ubahnya sebuah ritual. Dan ketika nama Paul Bocuse ditambahkan di situ, ritual itu menjadi sempurna.

Jumat siang, 29 Oktober, di Restoran Orient8, Hotel Mulia Senayan, aura Perancis terasa kental. Lagu-lagu Perancis mengalun pelan, mengantar pandangan menyapu lampu-lampu kristal yang menghiasi lorong berlantai marmer, dengan tirai-tirai jendelanya yang berjuntai sampai ke lantai. 

Di antara para pramusaji yang sibuk melayani pesanan, Manajer Restoran, Philippe Sounier, dan Wakil Direktur Alexandre Usseglio berjalan mengelilingi meja-meja, menyapa pengunjung satu demi satu. 

”Anda akan mengalami pengalaman luar biasa hari ini karena Anda akan mencicipi sajian dari chef Paul Bocuse yang memiliki reputasi luar biasa di dunia. Bagi pencinta kuliner, restoran chef Bocuse di Lyon tak ubahnya sebuah temple. Dan kini, Anda bisa merasakan sajiannya langsung di Indonesia,” kata Philippe dengan suara khidmat. 

Ia menambahkan, chef Bocuse yang sudah berusia 84 tahun dan tidak bisa bepergian jauh sehingga ia mengutus orang kepercayaannya, chef Gilles Reinhardt, yang sudah bekerja bersama Bocuse selama 12 tahun, ke Indonesia. 

Rasa penasaran itu makin membuncah ketika di meja diletakkan set menu yang akan disajikan. Membacanya saja sudah menerbitkan air liur. Dimulai dengan ”escalope de foie gras, sauce passion et pomme gaufrette” (terjemahannya kira-kira irisan foie gras/hati angsa yang dipanggang, disajikan dengan saus markisa, dilengkapi sajian wafer kentang kecoklatan). 

Ketepatan waktu dalam memasak adalah salah satu kunci kelezatan masakan chef Bocuse. Tidak kelewat matang, tetapi juga jangan sampai terasa mentah. Harus pas. Foie gras yang disajikan di depan mata sungguh lezat. Empuk, dengan kentang yang sangat lembut dan langsung lumer di ujung lidah. Bagi yang ingin minum anggur, untuk menu pembuka ini jenis anggur yang menjadi pasangannya adalah Hugel, Gewurtzttraminer, 2007. Anggur putih beraroma mawar, dengan cita rasa jeruk, pir, dan leci. 

Sajian berikutnya merupakan menu ”paraf” Bocuse, yaitu ”soupe aux truffes VGE” (sup jamur VGE). Di bulan Februari tahun 1975, Bocuse menyajikan kreasi supnya khusus untuk jamuan kepresidenan di Istana Elysee, di saat ia menerima medali kehormatan. Presiden Perancis saat itu, Valery Giscard d”Estaing (VGE), sangat menyukainya. Sejak itu, menu ini selalu disajikan di restoran Bocuse di Lyon. 

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.