Liburan Musim Dingin di Perancis

Kompas.com - 13/01/2011, 08:53 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Bila kemarin saat tiba di tempat liburan kami di kota Villefranche-de-Rouergue, kami disambut oleh hujan dan malamnya diterpa salju, pagi ini kami bangun tidur dengan pemandangan serba putih sekeliling kami. Dari jendela kamar, pemandangan pagi itu bagaikan karpet dari kapas menutupi seluruh daerah pegunungan. Lahan perternakan tempat kami menginap tak terlihat lagi warna hijau rerumputan dan tanahnya, semua tertutup oleh salju!

Hidup di negara empat musim kehidupan boleh dibilang berwarna. Karena setiap musim berganti, berubah pula pola hidup hingga warna yang tersaji oleh alam. Perubahan bisa terjadi secara tiba-tiba, seperti saat itu. Ketika kami datang, daerah yang kami kunjungi masih terlihat berwarna-warni namun esok harinya bagaikan tertumpah cat menjadi putih merata.

Seperti yang saya selalu ceritakan, saya tinggal di daerah Perancis selatan, daerah lebih hangat di negara Perancis. Maka salju pun jarang sekali mampir ke kota kami. Misalnya di musim dingin, saat daerah utara suhunya minus dan badai salju, di kota kami bisa mencapai 19°C dengan matahari tersenyum hangat. Aneh tapi nyata!

Maka setiap kali melihat salju, setiap kali saya kegirangan. Bagi saya bertemu salju sesekali di musim dingin adalah hal yang menyenangkan, asalkan tidak setiap musim dingin, sudah pasti saya akan ngungsi dari daerah tersebut!

Saat kami keluar dari kamar kami yang berada di luar rumah, hampir saja saya tergilincir, karena tangganya penuh salju dan sebagian menjadi es, sangat licin. Pemilik chambres d'hotes sudah menunggu kami untuk sarapan bersama, terlihat kecemasan di wajah mereka.

Kalimat pertama keluar dari mulut mereka adalah, "Saya harap kalian membawa rantai khusus salju untuk ban mobil kalian...!"

Dengan sangat menyesal kami menjawab, "Sebelum pergi kami sudah memikirkan untuk membawanya entah mengapa, kami kelupaan".

"Oh la la....lalu bagaimana kalian bisa keluar hari ini, lihat saljunya begitu tebal dan jalanan sangat licin karena salju menjadi es!" jawab mereka sambil geleng-geleng kepala.

Saya yang tadinya santai jadi ikutan cemas. Tapi seperti biasa, suami saya kang Dadang alias David mencoba menenangkan saya dan mencoba berpikir positif. Dia merasa jika jika kami hati-hati tak akan bermasalah, apalagi menurutnya jika mobil penyingkir es datang untuk membuka jalan maka tak akan ada masalah.

"Jika memang jalanan terlalu bahaya untuk berjalan-jalan hari ini, ya sudah kembali saja ke penginapan dan bikin manusia salju atau perang bola salju," katanya sambil nyengir.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.