Liburan Musim Dingin di Perancis

Kompas.com - 13/01/2011, 08:53 WIB
EditorI Made Asdhiana

Benar seperti perkiraan suami saya, mobil penyingkir salju terlihat melewati jalanan utama. Yang berarti jalanan yang tadinya tertutup salju sudah dibebaskan, namun tak berarti juga aman. Karena yang jadi masalah utama biasanya salju yang membeku menjadi es, licin dan berbahaya. Hal inilah yang menyebabkan kerap terjadinya kecelakaan.

Dalam mobil sebelum berangkat, kami jadi geli sendiri melihat cuaca alam. Bukannya apa-apa sebelum pergi liburan, beberapa kenalan kami terheran-heran karena kami memilih liburan di daerah yang kaya akan pemandangan alam. Yang mana biasanya dinikmati di musim panas bukan di musim dingin!

Karena daerah yang kami pilih di musim itu cuacanya sering buruk, dan bila cuaca buruk maka pemandangan yang tersaji tak akan bisa kami nikmati. Tapi dasar sifat kami berdua sering ngeyel, maka saran teman-teman tak terlalu kami gubris, dan yang ada sekarang kami jadi terjebak salju, persis seperti dugaan mereka!

Sekarang sudah terlanjur, kami sudah berada di sini dan tak akan menyesali. Malah mungkin liburan kami berdua menjadi dua kali lipat lebih asyik! (dalam arti repotnya).

Figeac Kota Champollion

Seperti rencana semula, hari kedua kami akan mengunjungi Kota Figeac. Kota abad pertengahan yang kaya dengan peninggalan sejarah budayanya. Kota yang berada di daerah Lot ini memiliki museum terkenal bernama Mussée Champollion. Museum sejarah budaya khususnya mengenai  lahirnya tulisan.

Dari lima penjuru dunia, Jean-François Champollion tanpa mengenal batas mencoba menyingkap tulisan pertama yang lahir di dunia dengan latar belakang sejarah dan budayanya. Pria kelahiran Figeac tahun 1790 inilah yang pertama yang dapat mengartikan simbol atau tulisan mesir kuno. Rasa ingin tahunya yang sangat luas membuat dirinya mencari dan menjelajahi banyak negara untuk mengungkap sejarah dari tulisan kuno. Beberapa benda dan tulisan kuno yang ditemukannya dipamerkan di museum ini. Karena dirinyalah maka Perancis bisa mengenal alphabet dan sebagai penghormatan kepadanya maka dibangunlah museum yang menyandang namanya.

Museum ini cukup besar dan sangat indah. Dua jam adalah waktu yang tepat untuk bisa menyibak isi keseluruhan dari bangunan yang berdekorasi tulisan mesir kuno. Sedikit saran kecil, belilah gantungan kunci dengan simbol tulisan kuno di museum ini, sebagai cendera mata. Selain kecil dan ringan namun cukup untuk memberikan kenangan kepada kita.

Apa saja yang bisa dikunjungi di Kota Figeac ini? Selain museum Champollion, bangunan abad pertengahan yang masih berdiri kokoh dan indah di kota ini patut menjadi sasaran turis. Bila saja saat itu udara tidak terlalu beku, mungkin jalan kaki terasa lebih menyenangkan. Sayang sekali salju kecil masih saja turun... dan jari kaki saya rasanya beku. Padahal salju yang turun di kota ini tak terlalu banyak tapi  udaranya dinginnya bukan main.... kuping saya sampai terasa bebal dan ngilu.

Sebenarnya rencana kami adalah menghabiskan malam hari di kota ini dengan santap malam romantis. Sekali lagi, kami tak terlalu beruntung. Hari itu tanggal 24 Desember dan malam hari semua restoran tutup.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.