Liburan Musim Dingin di Perancis

Kompas.com - 13/01/2011, 08:53 WIB
EditorI Made Asdhiana

Kota Figeac kami kelilingi dengan buku guide kami yang berisikan informasi beberapa restoran yang patut dikunjungi. Namun hingga restoran tanpa rekomendasi dari buku guide pun menyatakan malamnya mereka tutup. Kesimpulannya tak ada satu pun rumah makan yang buka malam harinya. Di Perancis, memang malam natal merupakan acara makan malam natal keluarga. Maka mereka pun memilih bersama keluarga menghabiskan santap malam natal.

Letih juga kaki berjalan selama berjam-jam di udara dingin. Akhirnya sebelum meninggalkan kota yang juga terkenal sebagai kota transportasi udara karena di sinilah pertama kalinya pesawat baling-baling dari kayu dibuat, kami mampir ke satu cafe untuk menghirup minuman hangat dan mencoba beberapa kue manis yang kami beli di toko kue.

Cafe yang berada dalam bangunan kuno dengan dinding bebatuan, bisa menghibur hati kami berdua yang sedikit kecewa karena tak bisa menghabiskan malam romantis sesuai rencana. Tapi jalan kaki kami boleh dibilang sangat memuaskan, bangunan kota tua abad pertengahan memang selalu memberikan kekayaan pandangan mata dan kenangan.

Malam itu kami kembali ke kota Villefranche-de-Rouergue. Berharap paling tidak di kota ini ada satu restoran yang buka. Nihil sama saja dengan kota lainnya. Baru kali ini kami liburan kelaparan dan kedinginan. Mau kembali ke tempat nginap tidak mungkin, karena malam itu pemilik tak menyajikan makan malam karena acara keluarga. "Horeeee...!!!" teriak kang Dadang tiba-tiba, bikin saya jantungan. "Lihat tuh ada lampu nyala tulisan cina, kayanya restoran!" katanya.

Benar saja, rupanya hanya satu-satunya restoran yang buka dimalam itu. Selamat deh kita..! bukannya apa-apa, selain rumah makan, semua supermarket tak ada yang buka, dan kami tak lagi memiliki persediaan apa pun, sepotong roti pun tak ada! Kalau sedang lapar dan situasi seperti kami saat itu, tumis sayur pun rasanya jadi sepuluh kali lebih lezat dari biasanya. Makanan penutup pisang goreng ala cina pun, terasa gurih dan manis dikunyah. manusia, dalam keadaan serba terbatas memang rasa bersyukur jadi berlipat ganda....

Najac

Di hari ketiga liburan kami yang juga jatuh di hari natal, pagi itu ruangan makan sudah penuh dengan pengunjung lain saat kami memasukinya. Rupanya satu keluarga besar menyewa tiga kamar di penginapan ini. Kebiasaan kami berdua adalah bila ada orang lain yang terlalu dekat dengan meja kami, lebih senang memilih bahasa indonesia dalam percakapan kami. Terkadang beberapa teman atau keluarga sering mengeluh karena mereka tak mengerti atau curiga sedang kami gosipin...

Rupanya percakapan kami menarik perhatian mereka, dan suasana yang tadinya sedikit beku karena kami tak saling kenal dan ada rasa enggan menjadi cair, dimulai dari pertanyaan salah satu tamu yaitu, "Permisi.. bahasa apa yang kalian gunakan? Indah sekali terdengarnya". Maka sarapan pagi dengan berbagai selai buah buatan pemilik penginapan dengan roti bakar menjadi semakin marak dengan obrolan kami.

Setelah sarapan dan mengucapkan natal kepada pemilik dan tamu penginapan, kami menyiapkan tas untuk tujuan wisata di hari itu yaitu mendatangi Kota Najac. Salju masih saja turun dan menuju ke Kota Najac jalan yang ditempuh sangat curam karena harus melewati lembah berkelok lalu menanjak.

Suami saya yang tadinya percaya diri melihat curamnya jalan memilih meminggir dan berhenti. Karena selama perjalanan kami terasa sekali licinnya jalanan, dan menyetir dijalan yang licin oleh salju tak boleh mengerem karena bisa membuat mobil tergelincir dan berputar, berbahaya. Penduduk yang terbiasa dengan iklim salju ban mobil mereka biasa khusus atau dengan cara ban dipakaikan rantai khusus. Kami tak ada keduanya.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.