Berwisata ke Bali Saat Nyepi

Kompas.com - 28/02/2011, 16:26 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Umat Hindu Bali siap menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 5 Maret 2011. Pulau Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia akan menghentikan segala aktivitas selama sehari penuh pada saat perayaan Nyepi. Walau begitu, denyut pariwisata tetap berdetak. Bahkan beberapa penginapan menawarkan paket Nyepi.

Wisatawan asing pun banyak yang sengaja mampir ke Bali untuk merasakan hari raya Nyepi dan bagaimana sebuah pulau "istirahat" selama sehari penuh. Jika Anda tertarik untuk berwisata ke Bali untuk melihat perayaan Nyepi, pastikan Anda datang beberapa hari sebelum puncak perayaan.

Melasti atau upacara penyucian sarana sembahyang merupakan rangkaian Nyepi yang sangat menarik untuk Anda lihat. Perlengkapan persembahyangan akan diarak dari Pura ke pantai. Upacara ini biasanya terjadi dua hari sebelum Nyepi. Jika Anda ingin melihat upacara tersebut, Anda bisa mendatangi beberapa pantai yang umum dipakai untuk upacara adat di Bali.

Namun sebagian besar pantai di Bali akan menjadi tempat prosesi tersebut. Pantai-pantai yang umum dikunjungi wisatawan adalah Pantai Kuta dan Pantai Sanur. Di beberapa daerah di Bali perayaan Melasti dilakukan di pagi hari. Pantai Sanur salah satunya. Namun ada pula yang melakukan prosesi di sore hari menjelang matahari terbenam seperti di Pantai Kuta. Pantai lainnya adalah Pantai Candidasa dan Pantai Klotok di Bali bagian timur.

Keesokan harinya adalah prosesi mecaru atau tawur kesanga yang diikuti dengan ngerupuk. Upacara pengerupukan merupakan prosesi untuk mengusir Buta Kala atau roh jahat agar tidak mengganggu umat yang akan melakukan Nyepi. Acara ngerupuk akan meriah dengan pawai ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh adalah patung yang dibuat dalam sosok menyeramkan karena menggambarkan Buta Kala. Pawai ini sangat menarik untuk ditonton. Hampir di setiap daerah di Bali melakukan pawai ogoh-ogoh. Setiap banjar akan menampilkan ogoh-ogoh kreasi warganya. Saat pawai, berbagai ogoh-ogoh dari segala banjar pun bisa saling bertemu. Bahkan ada pula ogoh-ogoh yang diarak anak-anak kecil. Pawai ogoh-ogoh bisa Anda lihat di Kuta atau di alun-alun kota Denpasar. Namun, Anda bisa menemukan hampir di setiap daerah di Bali.

Puncak perayaan yaitu Hari Raya Nyepi semua aktivitas akan berhenti. Jalanan sepi seperti kota mati. Pada malam hari gelap gulita. Umat Hindu akan melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menggunakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan. Jika Anda tidak memiliki kenalan orang Bali memang agak susah untuk bisa benar-benar merasakan momen ini.

Namun, jika Anda bukan tipikal yang bisa berdiam diri tanpa melakukan apa pun, Anda bisa mengambil paket Nyepi yang biasanya ditawarkan hotel. Bila Anda biasa melakukan meditasi atau yoga, momen ini pun tepat Anda manfaatkan untuk perenungan. Pilih penginapan di daerah-daerah yang memang tidak terlalu ramai wisatawan.

Sehari setelah Nyepi, umat Hindu Bali akan merayakan Ngembak Geni. Biasanya warga Bali akan mengunjungi sanak keluarga. Pastikan Anda bisa menyaksikan tradisi sakral Med-Medan, prosesi berpelukan dan ciuman massal. Tradisi unik ini hanya bisa Anda temukan di Sesetan, Denpasar.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X