Memandang Padang dari Paralayang

Kompas.com - 03/03/2011, 07:29 WIB
EditorI Made Asdhiana

ANGIN sepoi-sepoi menampar pipi dari arah depan puncak Bukit Gado-gado, Kota Padang, Sumatera Barat, yang berketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut, Sabtu (12/2/2011). Hamparan garis pantai, pohon kelapa, permukiman, dan lapangan bola berikut kawasan perbukitan yang terjal menghampar di depan.

Bukit Gado-gado menurut situs resmi Persatuan Olahraga Dirgantara Layang Gantung Indonesia (PLGI)menyebut lokasi penerbangan itu memiliki ranking kesulitan 3, atau termasuk yang paling sulit.

Heri Suseno, penggiat olahraga paralayang di Sumbar, sudah siap terbang bersama Kompas. ”Ready... Get Set... Go! Lari, langsung lari,” teriak Heri seketika menuju bibir jurang yang menganga.

Pemandangan sebagian sisi Kota Padang dari sudut penerbang kemudian terpampang dengan begitu indahnya. Desakan angin menghambur deras ke sekujur badan dan memompa adrenalin begitu menyadari bahwa kami sedang berjuang melawan hukum gravitasi.

Perasaan sukacita lalu terasa saat menyaksikan demikian bersihnya angkasa, laut biru berikut jajaran pulau-pulau kecilnya, dan kapal-kapal nelayan maupun kapal-kapal raksasa yang sedang buang sauh di sekitar Pelabuhan Teluk Bayur.

Hamparan kawasan Pantai Air Manis yang menjadi tujuan pendaratan kemudian terlihat dari kejauhan sembari upaya pencarian angin termal (panas) terus dilakukan agar terbang bisa dilakukan lebih lama. Angin termal berasal dari pemanasan daratan dan membuat udara panas ke atas sehingga berguna untuk mengangkat penerbang paralayang mengangkasa lebih tinggi.

Jika kondisi angin sedang bagus, terjun dari Bukit Gado-gado itu akan bisa diakhiri dengan pendaratan mulus di Lapangan Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol, yang berada di tengah kota dengan jarak sekitar 10 kilometer setelah sebelumnya mengitari kawasan kota tua. Namun, kali itu pendaratan hanya dilakukan di kawasan Pantai Air Manis.

”Jadi makan gado-gado di puncak bukit dan minum air manis di pantai,” seloroh Heri yang mengelola Minang Paragliding Club. (Ingki Rinaldi)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Travel Tips
Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Travel Tips
Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Jalan Jalan
Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Promo Diskon
Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X