Wow, Gemerlapnya Makau...

Kompas.com - 07/03/2011, 07:17 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com — Senang, akhirnya saya sampai juga ke Makau. Sebuah kota kecil bekas jajahan Portugis yang sejak tahun 1999 menjadi bagian dari wilayah Republik Rakyat Tiongkok (China). Kota yang berada di pesisir selatan China ini sungguh memukau. Gemerlap meski rembulan telah kantuk menanti ayam berkokok.

Lihat deh di foto-foto yang saya abadikan, hampir tiap bangunan memiliki pendaran cahaya yang tak hanya sebiji dua biji, bahkan banyak di antaranya memasang lampu di seluruh badan bangunan, terutama hotel-hotel bintang yang pada umumnya memiliki tempat kasino alias judi.

Saya dan Sophia ke Makau hanya transit, cuma semalam dan keesokan harinya saya mesti sampai di Hongkong, lokasi bertemunya kami nanti dengan kawan-kawan lainnya (Anvin dan Tina) yang ingin bergabung berwisata secara seruuuu! Alias, pergi aja begitu tanpa bantuan tour guide. Kami sendiri hanya bermodal:

1. Tiket pesawat murah

Penerbangan yang menyediakan tiket murah ke Makau sendiri adalah Viva Macau (dari Jakarta), Tiger Airways (dari Singapura) dan AirAsia (dari Kuala Lumpur). Saya dan Sophia menggunakan Tiger Airways yang berangkat dari Singapura pukul 16.30. Lama penerbangan ke Makau sekitar tiga jam. Tanpa perubahan waktu (sama dengan Singapura atau beda satu jam dengan Jakarta).

Satu tips bagi Anda yang ingin menggunakan jasa penerbangan Tiger Airways tanpa bagasi, sebaiknya pilih salah satu, antara menggunakan koper atau ransel. Jangan menggunakan dua-duanya. Karena ternyata berbeda dengan penerbangan lainnya, barang bawaan yang akan dibawa ke pesawat benar-benar ditimbang dan hanya boleh membawa satu tas besar. Menurut pihak maskapai penerbangan, tas backpack Sophia yang imut-imut itu adalah kategori ransel besar sehingga tidak boleh membawa koper lagi dan harus masuk ke bagasi yang harganya dihitung 18 dollar singapura.

2. Hotel murah nyaman

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena benar-benar buta Makau (kami berdua sama-sama belum sempat riset karena sebelum berangkat sama-sama sibuk dengan urusan kantor masing-masing), akhirnya sampai di Bandara Makau kami memutuskan menggunakan taksi untuk sampai di tempat penginapan murah meriah yang kami pesan secara online. Dari bandara ke hotel tersebut, kami membayar 75 MOP (1 MOP = Rp 1.300).

Sebetulnya kita bisa menuju ke hotel dengan gratis, yaitu menggunakan shuttle bus Grand Lisboa, tapi bus ini terakhir beroperasi pada pukul 18.00, sedangkan kami datang sekitar pukul 20.05. So, pilihan kami menggunakan taksi tidak salah, toh supir taksi di sini (pengalaman saya) sangat jujur. Meski kami tidak tahu jalan, tapi dia tidak menyesatkan kami. Buktinya? Argo.

Dari depan, New Nan Pan Hotel di Avenida de D. Joao IV no 8-20 Andar, Makau memang tampak tidak meyakinkan. Pintunya sangat kecil untuk disebut hotel, pun untuk menuju ke hotel kami mesti melalui 3 lantai tangga yang tak lebar. Tapi, begitu kami sampai di tempat reservasi, waaah tempat penginapan ini so sweet!!! Kamarnya pun sangat nyaman.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara akibat Varian Omicron

Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.