Makau, Kota atas Nama Tuhan

Kompas.com - 13/03/2011, 09:42 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com — Bagi saya, Makau tak hanya kota dengan sejuta kasino, tapi sekaligus tempatnya kumpulan rumah ibadah yang mengagumkan bagi umat Nasrani. Banyak sekali gereja Katolik di sini. Karena ketika Portugal pertama kali tiba di tepi pantai China pada tahun 1557, Makau memang dibuat sebagai salah satu benteng Nasrani di Asia sekaligus tempat perdagangan dan dihormati sebagai “Kota atas Nama Tuhan, Makau”. Maka tak heran jika banyak kapel dan gereja berdiri di kota kecil ini. Terhitung 9 kapel dan 7 gereja besar plus 1 yang nggak boleh ketinggalan, yaitu Ruins of St Paul’s Church.

Ruins of St. Paul’s Church Gereja ini dibangun tahun 1602, bersebelahan dengan Jesuit College of St. Paul’s, universitas Barat pertama di Asia. Universitas modern ini sendiri merupakan tempat belajarnya misionaris sebelum mereka bertugas di Ming Court di Beijing sebagai ahli astronomi dan ahli matematika.

Namun, kebakaran hebat pada tahun 1835 menghanguskan seluruh bangunan kecuali bagian depan gereja yang kini seolah menjadi gerbang masuk dan simbol kota Makau. Arsitektur bergaya campuran Renaissance Eropa dan Asia ini kini menjadi sorotan utama para wisatawan jika ke Makau. Apalagi, sadarnya pemerintah akan potensi wisata ini, lantas di area ini sering kali diadakan pertunjukkan musik lengkap dengan pencahayaan yang optimal, gratis bagi semua kalangan, baik warga sekitar maupun para pelancong seperti kita kita.

Pengalamanku dan Sophia Waktu yang tersisa bagi kami di Makau masih 7 jam. Maka tanpa membuang waktu, kami langsung mencari jalan menuju ke Ruins of St. Paul’s Church. Ternyata Makau memang benar-benar bisa dijangkau semuanya dengan jalan kaki. Gambar di peta yang nampak jauh ternyata hanya kami tempuh tak lebih dari 15 menit jalan kaki dari tempat kami makan yang tak jauh dari penginapan.

Rutenya, kami harus menemukan suatu wilayah yang disebut Senando Square, lalu ikuti saja jalanan yang kecil tersebut, agak menanjak sedikit, tapi tak akan membuat Anda lelah, karena pemandangan bangunan di kanan dan kiri jalan tampak sangat menawan.

Saat kami ke sana hampir semua bangunan itu masih tutup, karena ternyata rata rata mereka baru membuka toko pada pukul 11 dimana dipastikan para turis yang telah lelah seharian bermain kasino sudah terbangun untuk melihat keindahan sisa bangunan gereja St. Paul ini. So, kami pun tak mau kehilangan kesempatan berfoto narsis di jalanan yang indah ini.

Nah, tak lelah sama sekali, ternyata kami sudah sampai di depan anak tangga menuju Gereja St Paul. Wow, decak kagum langsung menyelimuti dada saya. Terbayang betapa indahnya jika bangunan itu masih lengkap dengan altar dan Misa Kudus di dalamnya. Megah sekali meski hanya sekadar bagian depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekaguman saya juga tertuju pada pemerintah setempat yang kemudian tetap menjaga bangunan yang hanya tinggal bagian depannya ini, sehingga bisa menjadi lokasi wisata yang luar biasa dipenuhi orang, bahkan menjadi simbol pariwisata di beberapa brosur Makau.

Seusai foto-foto narsis saya semakin mendekat reruntuhan. Detail ukiran patung yang menawan sungguh indah dan memesona. Masuk ke dalam, hanya lapangan kosong yang kemudian diberi tangga di sisi kiri. Dengan tangga ini kita bisa berada di bagian atas puing gereja dan melihat kota Makau dari atas.Turun dari tangga saya masuk ke museum yang ada di belakang bangunan puing, wow... benda-benda yang ada di dalam juga membuat saya tercengang. Benda-benda berusia ratusan tahun ini tampaknya adalah benda-benda yang sama yang digunakan di Gereja St. Paul. Sangat terawat dan antik.

Ada tempat dupa yang biasa digunakan pastor untuk mewangikan gereja, tempat hosti, patung-patung dan salib, lukisan-lukisan dengan detail yang sangat menawan dan masih banyak aneka benda perjamuan kudus Katolik yang membuat saya betah berada di dalamnya.Di bagian tengah, terdapat altar-altaran yang dibangun mungkin untuk mengenang keadaan gereja saat itu, di sana juga terdapat tulang belulang martir dari Jepang dan Vietnam.

Museum De Macau Nah, puas melihat-lihat museum ini, saya dan Sophia langsung menuju ke sisi kiri gereja. Di sana terdapat Makau Museum. Dulunya sih mungkin ini benteng karena selain letaknya yang berada di dataran tinggi juga karena banyaknya meriam yang mengelilingi bangunan tersebut. Di sini kita juga bisa melihat lebih luas lagi hampir seluruh kota Makau, mulai dari sungai yang panjang dengan jembatan yang indah, sampai Hotel Lisboa yang menjadi patokan bertemu orang yang baru pertama kali pergi ke Makau. Karena terlihat dari atas tampaknya Lisboa ini adalah bangunan tertinggi di Makau.

Puas jalan-jalannya, kami pulang melalui jalan yang pertama kami lalui tadi pagi dan wow… ramaiiii sekali … semua toko sudah buka. Ternyata mereka menjual aneka suvenir khas Makau, makanan khas, dan juga beberapa di antaranya adalah butik-butik dan toko-toko terkenal seperti Giordano, The Body Shop, dan masih banyak lagi. (Catur Guna dan Sophia Angkadjaja)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, Tapi...

    Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, Tapi...

    Travel Update
    Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

    Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

    Travel Tips
    4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

    4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

    Jalan Jalan
    The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

    The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

    Jalan Jalan
    Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

    Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

    Jalan Jalan
    Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

    Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

    Jalan Jalan
    Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

    Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

    Travel Update
    Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

    Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

    Travel Update
    Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

    Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

    Travel Update
    Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

    Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

    Travel Update
    Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

    Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

    Travel Update
    Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

    Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

    Jalan Jalan
    4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

    4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

    Travel Update
    Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

    Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

    Travel Update
    4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

    4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

    Travel Tips
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.