Samosir, Calon Kuat Etalase Danau Toba

Kompas.com - 18/03/2011, 22:30 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Danau Toba di Sumatera Utara dari segi pariwisata bukan hanya menyangkut wisata bahari, tapi juga sebagai taman bumi atau geopark. Direktur Produk Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) Achyaruddin kepada Kompas.com, Kamis (17/3/2011), mengatakan, pihaknya tengah mencari lokasi untuk etalase Danau Toba sebagai geopark.

Etalase merupakan lokasi untuk menginformasikan pengunjung mengenai Danau Toba sebagai geopark. Danau Toba merupakan hasil proses pembentukan bumi akibat terjadinya rangkaian letusan gunung berapi ribuan tahun yang lalu sehingga tercipta sebuah kaldera. Salah satu calon kuat untuk menjadi etalase adalah Kabupaten Samosir.

”Danau Toba itu 80 persen berada di Kabupaten Samosir. Puncak dari gunung yang meletus itu Pulau Samosir. Selain itu, kawasan Pusuk Buhit di Kabupaten Samosir punya banyak situs budaya Batak. Di sinilah the real heritage Batak, asal muasal orang Batak. Banyak situs luar biasa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir Theodora Sihotang.

Sementara itu, Achyaruddin mengatakan Danau Toba masuk ke dalam tujuh kabupaten. Untuk menentukan lokasi mana yang akan menjadi etalase, dilakukan riset oleh tim ahli.

”Kami tidak bisa memengaruhi ahli kabupaten mana yang akan menjadi lokasi etalase. April ini tim riset akan menyusun penelitian untuk menceritakan destinasi geopark, potensi hasil bumi, sosial budaya masyarakat, ekonomi rakyat, dan peluang untuk menjadi pengerak pariwisata,” ujarnya.

Tim ahli ini terdiri dari ahli geologi Badan Geologi Bandung dan dari Kembudpar. Geopark merupakan lokasi yang terbentuk dari rangkaian proses pembentukan bumi yang terjadi ribuan tahun. Lokasi tersebut dikelola untuk konservasi alam maupun masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut serta untuk pariwisata.

Achyaruddin mengatakan, Indonesia adalah negara yang terbentuk dari berbagai proses pembentukan bumi. Karena itu, banyak daerah menyimpan potensi untuk menjadi geopark. Sampai saat ini ahli geologi Indonesia masih terus memetakan kawasan mana saja yang bisa disebut sebagai geopark.

”Tapi setiap geopark pasti bisa dijadikan destinasi wisata. Manajemennya saja yang berbeda-beda untuk setiap destinasi,” katanya.

Selain Danau Toba, geopark lainnya yang diangkat Kembudpar adalah Wayag di Raja Ampat. Di tahun 2010, Kembudpar mengusulkan Danau Batur dan Pacitan ke Unesco sebagai geopark. Giliran Danau Toba dan Wayag yang akan diusulkan di tahun 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.