Sevilla, Perpaduan Islam dan Kristen

Kompas.com - 03/05/2011, 18:51 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

Oleh: Tanto Kurniawan

KOMPAS.com — Setelah Madrid, Barcelona, dan Valencia, Sevilla merupakan kota terbesar keempat di Spanyol. Terletak di antara pegunungan Sierra Morena dan sungai besar Betis atau Guadalquivir (diambil dari bahasa Arab, Guad el Kevir) menjadikan Sevilla sebagai kota yang sangat strategis di Spanyol.

Ciri-ciri yang sangat mudah ditemukan di kota ini adalah keindahan alam, atraksi, makanan, pohon berbunga aneka warna, rumah-rumah berwarna putih kuning, patio, dan monumem-monumen bersejarahnya.

Kota ini dibangun dengan arsitektur romawi oleh bangsa Romawi yang menaklukkan Sevilla di tahun 500 dan arsitektur Arab yang merebut kota ini dari Romawi pada tahun 712. Bangsa Arab memerintah Sevilla dari tahun 712 hingga 1248 atau lebih dari 5 abad.

Tidak mengherankan kota ini merupakan satu dari kota terindah di dunia karena perpaduan tersebut. Seniman-seniman terkenal dunia pun banyak yang berasal dari kota ini, seperti Velazquez, Murillo, Juan de Mesa, Zurbaran, Becquer, Merimee, dan Rossini.

Bangunan-bangunan yang indah menghiasi kota ini dimulai, dari Katedral Giralda yang dibangun pada tahun 1184 pada masa pendudukan Romawi, kemudian sempat dijadikan masjid pada saat pendudukan bangsa Arab, dan akhirnya pada tahun 1558, arsitek terkenal Hernan Ruiz melengkapinya dengan 25 menara bel dan patung yang dinamakan Giraldillo sehingga akhirnya gereja ini dinamakan Giralda.

Gereja ini merupakan gereja terbesar dan terindah ke-3 di dunia setelah St Peter di Roma dan St Paul di London. Namun, Giralda adalah gereja Katolik pertama di dunia karena St Peter merupakan basilika dan St Paul adalah gereja anglikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Giralda memang sangat indah karena dibangun dengan gaya arsitektur Arab dan Eropa, mulai gaya Baroque, Renaissance, Gothic, dan Classic mengingat masa pembangunannya yang lebih dari empat abad tersebut. Terdapat dua altar dari kayu berlapis emas dan lainnya berlapis perak hasil dari perjalanan Columbus di benua Amerika.

Apakah karena ini ya Amerika kehabisan emas sampai mengambil gantinya dari Papua melalui perusahaannya, Freeport?

Bicara Columbus, ia merupakan figur yang sangat penting bagi Spanyol dan khususnya Sevilla. Peti matinya pun bisa dilihat di Katedral Giralda yang dipanggul oleh empat orang yang menggambarkan empat suku besar di Spanyol, yaitu Castillian, Cataluna, Aragon, dan Navarro.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.