Eksotisme Taman Nasional Rinjani

Kompas.com - 13/05/2011, 09:48 WIB
EditorI Made Asdhiana

3 November 2010 – 4 November 2010 Pagi hari yang cerah di pos 2 dengan puncak Gunung Rinjani melambai-lambai membuat kami bersemangat untuk segera packing, makan dan melanjutkan perjalanan menuju Plawangan Sembalun dengan medan masih berupa sabana sebelum akhirnya pendakian sesungguhnya di tanjakan penderitaan.

Setelah berjalan sekitar 1 jam sampailah kami di pos 3 dengan cuaca berkabut. Karena perjalanan masih jauh beristirahat dan bersenda gurau sedikit dengan para monyet maka kami pun bergerak meninggalkan pos 3 dan disinilah pendakian sesungguhnya baru dimulai, tanjakan-tanjakan terjal menunggu kami di depan yang membuat saya ngos-ngosan sebagai tim pariwisata.

Perjalanan semakin berat dikarenakan kabut tebal menemani kami dan menurunkan titik hujan yang awalnya kecil menjadi semakin membesar yang mengharuskan kami membuka flysheet menunggu hujan reda. Hujan pun mereda dan kami melanjutkan perjalanan yang ternyata cuaca semakin memburuk terbukti dengan hujan semakin besar dan membuat kondisi badan drop. Tim ngacir sudah jauh melesat di depan sedangkan saya sebagai tim pariwisata ngesot di belakang ditemani oleh Bang Locker yang setia.

Akhirnya plang Plawangan Sembalun terlihat yang membuat saya sedikit bersemangat untuk menuju puncak bukit yang ternyata setelah sampe puncak bukit Plawangan ada bonusnya sekitar 500 meter untuk menuju tempat camp. Segeralah saya berjalan melipir bukit dan akhirnya sampai juga di camp Plawangan dengan suguhan view sunset Danau Segara Anak.

Sampai tenda, ganti baju kering, makan langsung tidur dikarenakan badan sudah tidak bisa dihajak kompromi lagi dengan asumsi dinihari nanti summit attact yang ternyata hujan masih terus menemani kami yang mengharuskan kami mengurungkan niat untuk summit attact dan melanjutkan tidur lagi.

Pagi hari 4 November tidak ada kegiatan spesial paling hanya makan, ngobrol dan jemur atau bakar pakaian basah.

5 November 2010 dini hari sekitar jam 03.00 WITA kami bergegas bangun untuk summit attact Gunung Rinjani dengan cuaca sangat-sangat mendukung dipenuhi bintang dan semilir angin Plawangan yang sebenarnya membuat saya malas untuk jalan tapi demi puncak Gunung Rinjani rasa malas itu pun dikesampingkan dulu. Selesai menghangatkan badan dengan beberapa batang rokok dan kopi kami pun berdoa demi keselamatan dan kesuksesan buat semua.

Pukul 03.30 WITA summit attact dimulai dengan medan tanjakan-tanjakan terjal untuk menuju punggungan puncak Gunung Rinjani. Sebelum subuh tim sudah berada di punggungan puncak semua tentu saja dengan saya yang paling terakhir sampai. Basahin tenggorokan dengan beberapa teguk air langsung berjalan menyusuri punggungan dengan medan yang lumayan bersahabat tapi cuaca berkabut tebal serta suhu udara yang lumayan dingin terbukti dengan adanya kristal-kristal es di pelupuk mata dan jaket.

Disini tim mulai tercecer ada yang ngacir, ada yang santai tapi pasti dan ada yang ngesot di belakang. Satu persatu tim sampai di puncak tertinggi tanah Lombok dan karena cuaca yang sangat tidak mendukung tim tidak sempat berkumpul bersama paling hanya sekadar foto-foto dan bertemu puncak Rinjani sekadarnya aja dan langsung turun kembali ke Plawangan mencari sedikit matahari untuk menghangatkan badan.

Setelah semua kembali berkumpul di Plawangan ternyata hujan kembali turun yang mengharuskan kami bermalam kembali di Plawangan serta tidak jadi berkunjung ke Danau Segara Anak dikarenakan waktu dan logistik yang tidak memadai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.